• Senin, 5 Desember 2022

Mau Kulit Glowing? 'Skincare' Saja Tidak Cukup! Stres dan Kesehatan Mental Juga Berpengaruh

- Jumat, 30 September 2022 | 15:29 WIB
Mau kulit glowing? 'Skincare' saja tidak cukup! Stres dan kesehatan mental juga berpengaruh. (Freepik)
Mau kulit glowing? 'Skincare' saja tidak cukup! Stres dan kesehatan mental juga berpengaruh. (Freepik)

SINAR HARAPAN - Dr Alia Ahmed, seorang psychodermatologist yang berfokus meneliti efek psikologis atas penyakit kronik kulit.

Juga dan kaitan antara kulit dan stres menemukan bahwa terdapat hubungan erat antara stres, kesehatan mental, dan kondisi kulit seseorang.

Dr Alia Ahmed memberikan sejumlah tips untuk melindungi dan mempertahankan kulit baik dari luar dan dalam seperti dikutip dari siaran pers The Body Shop, Jumat.

1. Mengaplikasikan ketahanan kulit dari dalam sebagai rutinitas perawatan kulit

Ketika mengalami stres, tubuh secara otomatis menghasilkan hormon kortisol. Proses responsif terhadap stres ini dapat mengubah produksi dan komposisi dari kolagen, proteoglycan, dan elastin pada kulit.

Zat-zat ini adalah komponen penting yang membangun ketahanan kulit. Tanpa dukungan dari zat-zat tersebut, kulit dapat secara cepat kehilangan elastisitas dan kekencangannya.

Stres juga dapat mempengaruhi lapisan penghalang alami kulit sehingga membuat kulit kurang efektif dalam menyebuhkan luka serta proses perbaikan secara umum.

Oleh karena itu Stress Management merupakan salah satu kunci utama dalam perawatan kulit dan membangun ketahanannya.

2. Rutinitas tidur yang baik

Ketika kurang tidur, tubuh akan menginterpretasikan hal tersebut sebagai stres. Hal yang selanjutnya terjadi adalah respon terhadap peradangan yang otomatis membuat kulit rusak.

Malam hari adalah waktu ketika hormon kortisol berada di tingkat yang rendah sehingga saat ini merupakan waktu yang tepat untuk tubuh memperbaiki dirinya dari kerusakan yang terjadi selama seseorang beraktivitas di hari tersebut.

Cobalah untuk mematikan gawai satu jam sebelum tidur dan berusaha untuk menenangkan pikiran.

Membuat prioritas terhadap jadwal tidur yang teratur merupakan hal yang sangat penting dalam memelihara ketahanan kulit.

3. Self-love tercermin pada kulit
Kita seringkali terlalu berfokus kepada kekurangan pada penampilan.

Memasukkan kata-kata negatif kepada diri sendiri merupakan pencetus stres yang terbesar, hingga lagi-lagi dapat mengubah produksi kolagen, proteoglycan, dan elastin pada kulit.

Hilangkan kritik-kritik terhadap diri sendiri itu ketika menggunakan produk perawatan kulit, dan buatlah rutinitas itu sebagai ritual self-love.

Nikmatilah setiap tahapan perawatan kulit, dari mulai pemijatan wajah, merasakan tekstur dan menikmati keharumannya.

Hal-hal seperti inilah yang membantu sirkulasi yang baik serta membangun ketahanan kulit yang optimal.

Plant-based serum merupakan alternatif yang baik digunakan sehari-hari karena kondisi kulit yang sering terpapar polusi, debu, dan zat-zat kimia berbahaya lain karena mengandung antioksidan tinggi.

Paparan stressor pada kulit dapat menyebabkan oksidasi yang menimbulkan molekul radikal bebas sehingga kondisi kulit terganggu kelembapannya, kulit menjadi lebih sensitif, dan lapisan penghalang kulit (skin barrier) yang semakin lemah.

Dalam kondisi seperti ini diperlukan konsumsi antioksidan yang baik sehingga kulit dapat berfungsi optimal kembali.

Guna mengurangi efek-efek dari stressor eksternal, ketahanan kulit (skin resilience) bisa menjadi jawabannya.

Ketahanan kulit yang baik berarti lapisan kulit dapat berfungsi secara optimal dalam menangkal stressor. 

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X