• Rabu, 5 Oktober 2022

Penting! Berikut 4 Strategi Orangtua Terapkan Digital Parenting, Termasuk Sepakati 'Screen Time' Bersama Anak

- Senin, 15 Agustus 2022 | 12:21 WIB
Penting! Berikut 4 Strategi Orangtua Terapkan Digital Parenting, Termasuk Sepakati 'Screen Time' Bersama Anak (Foto: Pixabay )
Penting! Berikut 4 Strategi Orangtua Terapkan Digital Parenting, Termasuk Sepakati 'Screen Time' Bersama Anak (Foto: Pixabay )

SINAR HARAPAN - KETUA Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Dr. Indria Laksmi Gamayanti., MSi., Psikolog mengatakan bahwa penting bagi orang tua untuk mengenal, memahami, dan melakukan pola asuh di era digital (digital parenting).

"Kecepatan dan kemudahan dalam mengakses informasi dan konten digital perlu adanya pengawasan dan batasan agar anak terhindar dari dampak negatif terhadap psikis dan mental melalui teknologi digital, terutama yang berkaitan dengan adiksi gadget," kata Indria dalam keterangan pers, Senin.

"Untuk itu, edukasi terkait pola asuh di era digital menjadi sangat penting guna terwujudnya literasi digital di berbagai kalangan usia, yang pada akhirnya berdampak positif pada tumbuh kembang anak yang sehat, bahagia, dan mampu bersosialisasi pada lingkungan sekitarnya," imbuhnya.

Lebih lanjut, Indria menjelaskan setidaknya terdapat empat strategi yang perlu diperhatikan para orang tua dalam menerapkan digital parenting saat ini.

Baca Juga: Psikolog: Waspada, Media Sosial Bermanfaat Buat Remaja Namun Bisa Akibatkan Hal-hal Negatif Berikut

Pertama, adalah pengenalan teknologi pada anak sesuai kebutuhan. Indria mengatakan, setiap anak memiliki kecenderungan minat berbeda terhadap produk teknologi. Ada yang sangat suka, sekadar suka, atau malah tidak terlalu suka dengan alat teknologi.

Selanjutnya, adalah menyeimbangkan penggunaan gadget. Orang tua dapat menyepakati screen time untuk anak dan membekali mereka dengan pengetahuan tentang pemanfaatan teknologi dengan bijak.

Ketiga adalah memperbanyak aktivitas interaktif. Penggunaan teknologi yang berlebihan pada anak kerap disebabkan oleh kurangnya aktivitas interaktif.

Hal ini akan menyebabkan terganggunya pola komunikasi anak dengan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Hubungan Tak Disetujui oleh Orangtua? Simak Tips Mendapatkan Restu dari Psikolog Klinis Berikut

Indria mengatakan, orang tua dapat membuat anak-anak lebih aktif dengan berbagai interaktif seperti olahraga, permainan fisik dan puzzle dapat mengurangi waktu anak-anak di depan layar.

"Orang tua juga diimbau untuk tidak menggunakan teknologi secara berlebih ketika sedang berinteraksi dengan anak," kata dia.

Terakhir, adalah menerapkan pola asuh demokratis. Salah satu pola asuh yang dibutuhkan pada era digital adalah pola asuh yang demokratis atau authoritative.

"Pola asuh ini berupaya membantu anak agar bersikap kritis terhadap pengaruh-pengaruh negatif dari era digital, sehingga anak akan menjadi lebih paham akan penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab," kata Indria.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X