• Minggu, 4 Desember 2022

Sukses Tampil di Museum Terbesar di Dunia, Gema Angklung 'Pecah' di Washington DC

- Minggu, 10 Juli 2022 | 06:30 WIB
Tim Muhibah Angklung kembali menghebohkan publik Paman Sam dengan tampil di The Smithsonian, Amerika Serikat.(Dok/Ist).
Tim Muhibah Angklung kembali menghebohkan publik Paman Sam dengan tampil di The Smithsonian, Amerika Serikat.(Dok/Ist).


SINAR HARAPAN - Mengulang sukses setelah tampil memukau di Times Square, New York, Amerika Serikat, Tim Muhibah Angklung kembali menghebohkan publik Paman Sam.

Kali ini pertunjukan digelar di The Smithsonian, salah satu komplek museum terbesar bukan hanya di AS tetapi juga di dunia pada Jumat 8 Juli 2022 waktu setempat atau Sabtu 9 Juli 2022 waktu Indonesia.

Tim Muhibah Angklung adalah sebuah tim angklung dari Bandung, Jawa Barat yang pada Juli ini sedang melaksanakan misi budaya ke Amerika Serikat.

Rencananya mereka akan melakukan misi budaya selama satu bulan penuh dengan tujuan untuk mempromosikan alat musik angklung dan warisan tradisional budaya Indonesia lainnya kepada masyarakat Amerika Serikat.

Kali ini, Tim Muhibah Angklung diberikan suatu kesempatan terhormat untuk tampil di The Smithsonian

"Ini tempat yang sangat prestisius, antriannya bisa satu sampai dua tahun untuk bisa tampil di Smithsonian," kata Prof. Popy Rufaidah, Atase Pendidikan dan Kebudayaan pada Kedutaan Besar RI di Washington DC.

Misi Budaya

Sementara itu, Ketua Tim Muhibah Angklung Maulana M. Syuhada mengatakan, tim yang dipimpinnya tidak hanya tampil di Smithsonian tetapi juga melakukan misi budaya dari ujung Timur sampai ke Barat Amerika.

Kordinasi dengan KBRI Washington, DC melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan bersama KJRI New York, KJRI Chicago dan KJRI San Fransisco dilakukan untuk kelancaran misi budaya di New York, Washington, Manitowoc, Chicago, Boise, dan San Francisco.

Beberapa lagu yang dibawakan oleh Tim Muhibah Angklung antara lain "Jali-jali" dari Jakarta, "Janger" dari Bali, dan "Yamko Rambe Yamko" dari Papua, yang keseluruhan lagunya dipadukan dengan tarian tradisionalnya.

Tim Muhibah Angklung berfoto bersama Dubes RI di Amerika Serikat Rosan Perkasa Roeslani.(Dok/Ist)

Tidak hanya membawakan lagu tradisional Indonesia, tim ini juga membawakan lagu-lagu internasional seperti "Pompeii" dari Bastille, "Nothing Else Matter" dari Metallica, "Mamma Mia" dari ABBA, dan "New York-New York" dari Frank Sinatra.

"Selamat kepada Tim Muhibah Angklung yang didukung oleh Provinsi Jawa Bawat, Gubernur Bapak Ridwan Kamil, dan mitra-mitra lainnya yang telah menghadiri Tim Muhibah Angklung di Amerika Serikat," kata Popy.

KBRI Washington DC melalui Atase Kebudayaan bekerja sama dengan Smithsonian untuk menampilkan kebudayaan yang menjadi agenda tahunan bagi KBRI Washington DC dan juga bagi Smithsonian.

Tahun ini, setelah dua tahun pandemik tidak ada penampilan, Smithsonian Institution hanya memilih dua penampilan dari Korea dan Indonesia.

"Dan sangat beruntung sekali, seni musik Angklung lolos dikurasi oleh Tim Smithsonian Institute untuk ditampilkan di Smithsonian Institution setelah profil dan penampilan Tim Muhibah Angklung dari Jawa Barat ini diberikan," ujarnya.

"Penampilannya sangat luar biasa sekali. Mereka sangat menguasai lagu-lagu yang ditampilkan dan juga komposisi antara lagu daerah, lagu nasional, dan juga lagu internasional yang terdiri dari lagu-lagu yang sangat popular Avenger, ada lagu yang berasal dari negara Italia di mana audience dari Smithsonian adalah berasal dari banyak negara," ujarnya.

"Per hari ini yang menonton acara ini adalah 1.500, itu adalah suatu prestasi yang sangat luar biasa sekali berasal dari banyak embassy yang hadir yang mayoritasnya mereka itu sangat surprise mengetahui ternyata angklung itu bisa dimainkan secara grup dan bisa menampilkan berbagai macam lagu-lagu," Popy menambahkan.

Turut hadir dalam konser Tim Muhibah Angklung di sore hari itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Rosan Perkasa Roeslani beserta jajarannya.

Pujian Dubes Rosan Perkasa Roeslani

Dubes Rosan mengatakan, "Diplomasi Kebudayaan yang dilaksanakan KBRI Washington DC memperkuat hubungan Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya melalui penampilan Tim Muhibah Angklung menjadi lebih special."

Mereka melakukan konser, flash mob dan mengikuti dua festival folklore internasional yaitu Magic Valley Folk Festival di Burley, Idaho (18-23 Juli 2022) dan World Folkfest di Springville, Utah (25-31 Juli 2022). Keduanya adalah festival ternama di AS. Seleksinya sangat ketat.

Menurut direktur Internasional World Folkfest, Emily Wilkinson, dari 84 tim dari berbagai negara yang mendaftar ke World Folkfest, hanya 10 negara yang diterima, dan salah satunya adalah Tim Muhibah Angklung.

Sebelumnya Tim Muhibah Angklung pernah melakukan tiga kali misi budaya pada tahun 2016 dan 2018 di benua yang berbeda yaitu Eropa dan Australia.

Di tahun 2020 Tim Muhibah Angklung sudah berencana melakukan misi budaya ke Amerika Serikat, namun rencana tersebut diundur dikarenakan pandemi Covid-19 dan akhirnya dapat terwujud di tahun 2022 ini.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Siaran Pers

Tags

Terkini

X