• Selasa, 9 Agustus 2022

Bersuara Setelah Kalah di Sidang Lawan Johnny Depp, Amber Heard Merasa Dapat Perlakuan Tak Adil

- Senin, 13 Juni 2022 | 22:00 WIB
Amber Heard akhirnya bicara setelah kekalahannya di pengadilan. (Tangkapan layar TODAY)
Amber Heard akhirnya bicara setelah kekalahannya di pengadilan. (Tangkapan layar TODAY)

SINAR HARAPAN - SEJAK kekalahannya di persidangan pada 1 Juni 2022 lalu, Amber Heard akhirnya bersuara.

Aktris 'Aquaman' ini memberikan wawancara pertamanya setelah putusan pertempuran hukum terbarunya dengan mantan suaminya Johnny Depp keluar.

Dalam wawancara ini, Amber Heard diwawancara oleh presenter Savannah Guthrie. Wawancara lengkapnya berdurasi satu jam dan akan ditayangkan NBC pada Selasa dan Rabu di NBC Today.

Baca Juga: Disebut Tak Mampu Bayar Ganti Rugi ke Johnny Depp, Amber Heard Disorot Sewa Rumah Mewah Rp327 juta per Bulan

“Saya tidak peduli apa yang orang pikirkan tentang saya atau penilaian apa yang ingin Anda buat tentang apa yang terjadi dalam privasi rumah saya sendiri, dalam pernikahan saya, di balik pintu tertutup," ujarnya.

"Saya tidak menganggap rata-rata orang harus tahu hal-hal itu. Jadi saya tidak menganggapnya pribadi,” kata Heard.

Dalam klip yang ditampilkan oleh saluran TV tersebut Amber Heard memperlihatkan kekecewaannya karena ia merasa ia mendapat perlakuan tak adil, khususnya di sosial media.

Baca Juga: Siapa Gregg Brooks? Ini Sosok Manajer Lokasi Syuting yang Menyeret Johnny Depp ke Sidang Kasus Penganiayaan

“Tetapi bahkan seseorang yang yakin saya pantas menerima semua kebencian dan kekejaman ini, bahkan jika Anda berpikir bahwa saya berbohong, Anda masih tidak bisa menatap mata saya dan memberi tahu saya bahwa menurut Anda di media sosial ada representasi yang adil. Anda tidak dapat memberi tahu saya bahwa Anda berpikir bahwa ini adil,” katanya.

Dalam pengadilan yang sudah berlangsung selama 6 minggu di Fairfax Virginia Amerika Serikat, Amber Heard diputuskan bersalah mencemarkan nama baik aktor 'Pirates of the Caribbean' Johnny Depp dengan penulisan artikel di The Washington Post pada tahun 2018.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: NBC Today

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X