Klaten Akan Buka Museum: Tampilkan Objek Peninggalan Klasik, Candi, Arca, hingga Gerabah Perajin Melikan

- Jumat, 13 Mei 2022 | 15:37 WIB
Ilustrasi - Klaten akan membuka museum budaya diperkirakan sekitar bulan Juni atau Juli. (Unsplash)
Ilustrasi - Klaten akan membuka museum budaya diperkirakan sekitar bulan Juni atau Juli. (Unsplash)

SINAR HARAPAN - PEMERINTAH Kabupaten Klaten Jawa Tengah melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disbudporapar) menyiapkan museum yang rencananya dibuka sekitar bulan Juni atau Juli 2022.

Museum ini akan menampilkan perkembangan seni dan budaya di Klaten dari masa klasik hingga kekinian.

Selama ini di Klaten belum ada museum sama sekali, sementara di kabupaten lain sudah sangat berkembang, bahkan sudah ada perhatian dari pemerintah pusat.

Baca Juga: The Nusa Dua Bali, Tujuan Liburan Lebaran Favorit: Tawarkan Resort, 'Shopping Mall' hingga Museum

Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudporapar Klaten Yuli Budi Susilowati di Klaten, Jumat, 13 Mei 2022. 

"Konsepnya kami ingin ceritakan perkembangan budaya Klaten sejak jaman klasik hingga kekinian dari pakaian hingga kuliner maupun peninggalan sejarah bernilai budaya," ujarnya.

Dikatakannya, pada November 2021 pihaknya telah mengajukan permohonan Surat Keputusan (SK) pendirian museum, mendapat persetujuan, dan kemudian langsung bergerak, mencari koleksi-koleksi terutama ODCB (objek diduga cagar budaya).

Baca Juga: Rekomendasi Lokasi Wisata di Aceh: Museum Tsunami, Salah Satu Destinasi Favorit untuk Mengisi Libur Lebaran

Menurut dia, di wilayah Klaten banyak didapati benda-benda budaya yang memiliki nilai sejarah ataupun ODCB mengingat kabupaten yang terletak antara Yogyakarta dan Surakarta tersebut merupakan kawasan percandian ataupun bekas kerajaan kuno.

ODCB meliputi peninggalan masa klasik, batu-batuan, candi, arca namun disayangkan baik di wilayah Klaten, bahkan di hampir seluruh Indonesia untuk arca rata-rata hilang kepalanya, akibat perbuatan orang-orang tak bertanggung jawab.

Dia menyatakan, saat ini pihaknya telah mengangkat sejumlah benda-benda peninggalan sejarah yang umumnya dimiliki warga baik berupa yoni, patung nandi, arca relung atau batuan candi.

Baca Juga: Destinasi Wisata Libur Lebaran di Jawa Timur: Jatim Park Kota Batu, Batu Night Spectacular, dan Museum Angkut

Benda-benda sejarah ini diperoleh dari sejumlah wilayah di kabupaten tersebut seperti Kemalang, Karangnongko ataupun Danguran Klaten Selatan.

"ODCB yang kita angkut ke museum sudah 26, sedangkan yang terdaftar di kami ada 149 obyek," kata Susi, panggilan akrab Kabid Kebudayaan, Disbudporapar Klaten itu.

Selain berupa ODCB, lanjutnya, pihaknya juga mendapatkan hibah benda-benda seni budaya lain dari warga seperti dari gerabah perajin gerabah desa Melikan.

Baca Juga: Komunitas Yahudi Minahasa Bangun Museum Holocaust

Ada pula pakaian tari klasik dari forum silaturahmi sanggar tari, dari perias pengantin berupa baju pengantin jas klasik serta peralatan membatik dari perajin batik Bayat dan payung dari sentra kerajinan payung Juwiring.

Menurut dia, museum yang untuk sementara dinamakan Museum Daerah Klaten tersebut akan memanfaatkan gedung galeri dewan kesenian Klaten yang berlokasi di kawasan Monumen Juang 45 Klaten.***

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X