• Senin, 4 Juli 2022

Dokter Gizi: Makanan yang Digoreng Memang Enak dan Tidak Dilarang untuk Dikonsumsi, Tapi....

- Kamis, 12 Mei 2022 | 14:25 WIB
Ilustrasi - Makanan yang digoreng tak dilarang untuk dimakan, tapi... (Vecteezy)
Ilustrasi - Makanan yang digoreng tak dilarang untuk dimakan, tapi... (Vecteezy)

Baca Juga: Batasi Gorengan dan Gula Sebelum Divaksin

Nilai IMT 23 menunjukkan tubuh masuk kategori normal. Bila lebih dari 23 maka masuk kategori berat badan berlebih atau overweight, kemudian jika di antara 25-29,9 maka sudah masuk obesitas derajat satu dan lebih dari 30 masuk kategori obesitas derajat dua.

Semakin tinggi nilai IMT maka semakin pula meningkat risiko seseorang terkena penyakit-penyakit seperti kardiovaskuler.

Selanjutnya, cukupi kebutuhan lauk hewani sebagai sumber protein yang adekuat karena ini berkaitan dengan imunitas. Sumber protein bisa berasal dari lauk hewani seperti ikan, ayam, telur, daging sapi, serta lauk nabati misalnya tempe, tahu maupun kacang-kacangan.

Baca Juga: Waduh, Ternyata Ini Efek Buruk Gorengan Buat Kulit!

"Dengan perbandingan lebih tinggi asupan protein hewani daripada lauk nabati 2:1," saran Elfina.

Di sisi lain, sayuran dan buah juga perlu ada dalam menu harian untuk memenuhi kebutuhan serat yang sebenarnya terkandung pula di dalam karbohidrat kompleks.

Dari sisi pengolahan makanan, sebaiknya batasi menggoreng makanan menjadi dua kali dalam seminggu. Orang-orang bisa membuat variasi pengolahan makanan seperti merebus atau dikukus.***

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X