• Kamis, 26 Mei 2022

Dokter Gizi: Makanan yang Digoreng Memang Enak dan Tidak Dilarang untuk Dikonsumsi, Tapi....

- Kamis, 12 Mei 2022 | 14:25 WIB
Ilustrasi - Makanan yang digoreng tak dilarang untuk dimakan, tapi... (Vecteezy)
Ilustrasi - Makanan yang digoreng tak dilarang untuk dimakan, tapi... (Vecteezy)

SINAR HARAPAN - MAKANAN yang digoreng adalah salah satu menu makanan favorit orang Indonesia.

Faktanya sulit sekali menemukan makanan siap saji yang tak terkait ke gorengan atau sesuatu yang digoreng.

Dokter Spesialis Gizi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dr. Elfina Rachmi, MGizi, SpGK mengatakan orang-orang tak dilarang menyantap makanan yang digoreng.

Baca Juga: Cara Kurangi Minyak di Sajian Gorengan

Namun dia mengingatkan agar gorengan diminimalisasi dalam menu makanan sehari-hari.

"Kenapa mengonsumsi gorengan atau lemak yang tinggi tidak boleh berlebihan karena energinya atau kalorinya dua kali lipat lebih tinggi dari karbohidrat dan protein," ujarnya dalam virtual media gathering.

Pertemuan media dengan tema 'Kategori Makanan dan Minuman Laris Manis, Tokopedia dan Ahli Gizi Bagi Tips Kembalikan Pola Makan Sehat Usai Lebaran' ini digelar Kamis 12 Mei 2022.

Baca Juga: Alasan Gorengan Pakai Minyak yang Dipakai Berulang Lebih Enak

Terlalu banyak kalori dikaitkan dengan kenaikan berat badan dan masalah kesehatan lain seperti penyakit jantung.

Mengutip Livestrong, tubuh membutuhkan kalori yang cukup untuk berfungsi, tetapi ketika asupannya melebihi kebutuhan maka tubuh menyimpan kelebihan kalori dalam bentuk lemak.

Ekstra kalori terutama disimpan dalam bentuk trigliserida, yang bila meningkat dapat membahayakan kesehatan jantung.

Baca Juga: Dokter: Hindari Makan Gorengan untuk Berbuka Puasa

Trigliserida yang menumpuk di arteri bisa meningkatkan risiko arteri menjadi keras, kaku dan sempit atau aterosklerosis. Pengerasan dinding arteri meningkatkan risiko terkena serangan jantung atau stroke.

Elfina menyarankan orang-orang memilih sumber lemak baik seperti minyak zaitun ataupun kacang-kacangan dan sumber buah lemak baik seperti buah alpukat.

"Kita cukup mengetahui berat badan dalam kg dan tinggi badan dalam meter saat ini. Kita bagi berat badan dengan tinggi badan (dalam satuan kuadrat meter). Tinggal dilihat indeks massa tubuhnya," tutur dia.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X