• Senin, 4 Juli 2022

Komite Senat Tolak Hentikan Penyelidikan Kematian Tangmo Nida, Berikut Sebabnya

- Kamis, 31 Maret 2022 | 07:41 WIB
Aktris Thailand, Nida 'Tangmo' Patchaveerapong yang tewas setelah jatuh ke sungai Chao Phraya pada Kamis, 24 Februari 2022. (Instagram.com/melonp.official)
Aktris Thailand, Nida 'Tangmo' Patchaveerapong yang tewas setelah jatuh ke sungai Chao Phraya pada Kamis, 24 Februari 2022. (Instagram.com/melonp.official)

SINAR HARAPAN - IBU dari aktris Thailand yang tewas pada Februari lalu, Nida 'Tangmo' Patcharaveerapong tidak senang dengan pelaksanaan penyelidikan komite senat atas kematian putrinya.

Dia juga tampaknya tidak terlalu senang dengan hasil awal otopsi kedua. Panida Sirayootyotin telah meminta komite Senat tentang HAM, kebebasan dan perlindungan konsumen untuk menarik permintaan penyelidikan ke polisi yang ia ajukan seperti dilansir dari Thaiger.

Surat tersebut berisi petisi kepada komite untuk meninjau kasus polisi, dan secara khusus meminta seorang ahli forensik terkenal untuk berpartisipasi.

Baca Juga: Walau Ibu Tangmo Nida Tak Setuju, Departemen Investigasi Khusus Pertimbangkan Selidiki Kematiannya

Surat itu ditulis oleh mantan pengacara Panida Sirayootyotin, tak lama sebelum Panida memecat pengacaranya.

Setelah menyewa pengacara baru, sang ibu memutuskan bahwa surat itu tidak mengungkapkan niatnya dengan benar. Diwakili oleh Decha Kittiwitthayanan, Panida disarankan untuk menarik surat itu.

Penarikan ini dianggap aneh karena terjadi setelah komite senat mengunjungi markas polisi Nonthaburi. Komite ini memeriksa bukti kunci termasuk speedboat yang ditumpangi Tangmo.

Baca Juga: Mengherankan, Ibu Tangmo Nida Ingin Menarik Permintaan Penyelidikan Kematian Anaknya

Para senator menemukan speedboat diparkir di luar gedung, terbuka terhadap cuaca, termasuk hujan. Mereka telah menyarankan polisi menyimpan kapal dengan benar untuk melindungi bukti forensik penting selama kasusnya berjalan.

Panida diduga tidak terlalu gembira dengan apa yang dia baca menyangkut kunjungan di media atau dengan penilaian awal ahli forensik terkemuka Thailand, Dr Khunying Porntip Rojanasunan.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Thaiger.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X