Walau Ibu Tangmo Nida Tak Setuju, Departemen Investigasi Khusus Pertimbangkan Selidiki Kematiannya

- Rabu, 30 Maret 2022 | 07:49 WIB
Arsip - Kremasi Tangmo Nida ditunda karena permintaan otopsi ulang dari ibundanya. (Instagram.com/theresia.jacquline)
Arsip - Kremasi Tangmo Nida ditunda karena permintaan otopsi ulang dari ibundanya. (Instagram.com/theresia.jacquline)

SINAR HARAPAN - DEPARTEMEN Investigasi Khusus (DSI) Thailand sedang mempertimbangkan apakah akan menjadikan kasus kematian Tangmo Nida, aktris TV Thailand yang bernama asli Nida Patcharaveerapong sebagai kasus khusus. Hasilnya akan diketahui pada 15 April.

Seperti dilansir dari Bangkok Post, pernyataan itu disampaikan Ketua DSI Triyarith Temahivong, sebelum rapat tentang perkembangan penyelidikan kemarin. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh aktivis terkemuka dan mantan senator Rosana Tositrakul yang meminta DSI menerima kasus tersebut.

Dr Triyarith mengatakan dia telah menunjuk wakil kepala DSI, Letnan Kolonel Phayao Thongsen, sebagai kepala unit investigasi yang akan bekerja dengan personel interdisipliner dan pakar Institut Ilmu Forensik yang hadir di kedua otopsi Tangmo.

Baca Juga: Mengherankan, Ibu Tangmo Nida Ingin Menarik Permintaan Penyelidikan Kematian Anaknya

Bukti yang terkumpul kemudian akan diserahkan ke sub-komite penyaringan DSI untuk dipertimbangkan. Nida 'Tangmo' Patcharaveerapong jatuh di sungai Chao Phraya pada Kamis, 24 Februari 2022 saat berlayar bersama 5 orang rekan seperahu. Ia ditemukan meninggal 2 hari kemudian. Saat ini jasad Tangmo Nida sedang diautopsi ulang seperti permintaan ibunya. Belakangan ibu Tangmo Nida menarik permintaan penyelidikan.

Terlepas dari ketidaksetujuan ibu Tangmo, DSI akan menentukan apakah akan menerima kematian putrinya sebagai kasus khusus berdasarkan lima kriteria: kompleksitas kasus, kepentingan publik, dampak terhadap keamanan nasional, keterlibatan kejahatan terorganisir transnasional, dan apakah pejabat pemerintah atau orang berpengaruh terlibat.

Kasus ini akan ditelaah oleh sub-komite penyaringan dan diharapkan selesai paling lambat 15 April atau 1 Mei, sebelum laporan lengkap kepada Dewan Kasus Khusus untuk pertimbangan lebih lanjut.***

Editor: Rosi Maria

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X