• Jumat, 1 Juli 2022

Amankah Puasa Ramadhan untuk Orang Diabetes? Ini Penjelasan Dokter Gizi UI

- Selasa, 22 Maret 2022 | 06:00 WIB
Ilustrasi - Berikut tips berpuasa untuk orang dengan diabetes. (Unsplash)
Ilustrasi - Berikut tips berpuasa untuk orang dengan diabetes. (Unsplash)

SINAR HARAPAN - PUASA Ramadhan bisa membawa risiko yang sangat tinggi bagi penderita diabetes tipe 1. Risiko ini terutama diperburuk jika kondisi pasien tidak terkontrol dengan baik.

Risiko tinggi juga terjadi pada mereka yang memiliki akses terbatas ke perawatan medis, tidak sadar dengan hipoglikemia, memiliki kontrol glikemik yang tidak stabil, atau punya riwayat rawat inap berulang.

Karenanya, dokter gizi dari Universitas Indonesia Dr. dr. Inge Permadhi MS, SpGK menganjurkan penderita diabetes untuk melakukan pengecekan atau screening terlebih dulu sebelum menjalankan ibadah puasa.

Baca Juga: Hati-hati, Berikut 5 Hal yang Perlu Kita Ketahui Tentang Diabetes Tipe 2

"Dinilai dulu apakah dia boleh melakukan puasa Ramadhan atau tidak, karena memang ada sebagian orang yang tidak diperkenankan (berpuasa) apabila kadar gula darahnya terlalu tinggi," ungkap Inge kepada ANTARA, Senin 21 Maret 2022.

Inge menjelaskan penderita diabetes diperbolehkan untuk berpuasa apabila kondisi kadar gula darah dalam tubuh tergolong stabil. Namun apabila ketika menjalani ibadah puasa kemudian merasakan ketidaknyamanan, Inge mengimbau agar sebaiknya segera berhenti puasa meskipun belum memasuki waktu berbuka.

"Apabila merasa pusing, atau keluar keringat dingin, atau merasa badannya tidak enak, itu mungkin memang sudah saatnya dia untuk berbuka, jangan dipaksakan (untuk berpuasa)," jelas Inge.

Baca Juga: Sering Merasa Lapar? Awas, Bisa Jadi Tanda Awal Diabetes!

Penderita diabetes harus bisa mengenali gejala hipoglikemi, atau kondisi saat tekanan gula darah menurun secara drastis.  "Jadi memang berbeda dengan orang normal. Sebab untuk penderita diabetes hipoglikemi bisa berdampak jika menunggu waktu berbuka, sehingga dapat menyebabkan kematian," kata Inge.

Hipoglikemi atau gula darah rendah, terjadi ketika tingkat glukosa dalam darah Anda turun di bawah apa yang sehat untuk Anda, biasanya di bawah 70 mg/dL. Beberapa tanda hipoglikemi adalah berkeringat, merasa lelah, merasa pusing, lapar, bibir yang kesemutan, gemetar, detak jantung yang cepat, serta perasaan cemas.***

 

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X