• Sabtu, 3 Desember 2022

Lombok Pulau Seribu Masjid Siap Jadi Destinasi ‘Halal Tourism‘

- Rabu, 2 Maret 2022 | 14:34 WIB
Masjid Kuno Bayan Beleq masuk sebagai bangunan cagar budaya.
Masjid Kuno Bayan Beleq masuk sebagai bangunan cagar budaya.

JAKARTA - Pada tahun 2019, Lombok menempati posisi teratas sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia. Prestasi ini tentu tidak bisa dipisahkan dari kuatnya ajaran Islam di Lombok. Lombok yang bertabur dengan bangunan masjid bersejarah, bahkan mendapatkan julukan sebagai “Pulau Seribu Masjid”.

Julukan Pulau Seribu Masjid bagi Lombok ini bermula saat Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Effendi Zarkasih, melakukan kunjungan kerja pada 1970. Dalam kunjungan kerja yang dilakukan untuk meresmikan Masjid Jami Cakranegara, Effendi merasa terkesan melihat banyaknya masjid yang berdiri di Pulau Lombok. Secara spontan ia menyebutkan bahwa Lombok adalah Pulau Seribu Masjid.

Ternyata julukan ini memang sepadan dengan fakta yang ada. Berdasarkan catatan Taufan Hidjaz, seorang dosen dari Institut Teknologi Nasional, terdapat 3.767 masjid besar dan 5.184 masjid kecil yang tersebar di 518 desa di Pulau Lombok. Tak aneh, mayoritas Suku Sasak yang mendiami Pulau Lombok menganut ajaran agama Islam. Bagi masyarakat Sasak, masjid merupakan bangunan penting yang mewarnai keseharian mereka.
 
Menariknya, di antara lebih dari 8.000 masjid yang ada di Pulau Lombok, ada beberapa masjid yang kehadirannya  cukup bersejarah bagi masyarakat. Beberapa masjid ini adalah Masjid Kuno Bayan Beleq, Masjid Songak, Masjid Karang Bayan, dan Masjid Kuno Salut.
 
Masjid Kuno Bayan Beleq masuk sebagai bangunan cagar budaya, dengan usia yang diperkirakan hampir 300 tahun. Bangunan masjid ini sekilas mirip rumah-rumah warga setempat dengan atap berbentuk tumpang. Sebagian besar masyarakat percaya kalau Masjid Kuno Bayan Beleq dibangun oleh Sunan Giri dari Gresik. 
 
Masjid Songak memiliki arsitektur yang sangat unik. Dindingnya bukan terbuat dari bata melainkan bongkahan tanah yang dikepal. Belum diketahui secara pasti kapan masjid ini didirikan, namun diperkirakan sekitar abad ke-14 Masehi. Masjid Karang Bayan ada di Desa Adat Karang Bayan, dan dipercaya telah ada sejak 400 tahun silam. Bangunan masjid kuno di Lombok ini cukup unik karena pondasinya terbuat dari tanah liat yang ditinggikan.
 
Sama seperti masjid kuno di Lombok lainnya, pembangunan Masjid Kuno Salut juga terhubung dengan perkembangan dan penyebaran Islam di Lombok. Hal yang paling menarik dari masjid ini adalah keberadaan ornamen berbentuk kepala naga di atas mimbar masjid. Bagaimana, apakah Anda sudah penasaran ingin melihat kekayaan historis masjid-masjid di Lombok?

Editor: editor4

Tags

Terkini

X