• Minggu, 3 Juli 2022

Penggemar Kopi, Ini Lho 11 Perbedaan Robusta dan Arabika

- Rabu, 16 Februari 2022 | 13:45 WIB
Ada berbagai perbedaan antara robusta dan arabika.
Ada berbagai perbedaan antara robusta dan arabika.

JAKARTA - Pernahkah Anda membaca kemasan kopi yang Anda beli. Jika Anda perhatikan, biasanya produsen kopi menjelaskan persentase campuran kopi yang mereka gunakan. Apakah Anda memahami apa arti dari tulisan ini?

Di dunia ada lebih dari 100 spesies kopi. Namun ada dua spesies yang menguasai peredaran kopi di dunia: arabika, robusta, liberika, dan excelsa. Sejarah yang panjang membuat arabika dan robusta jadi dua pemegang peredaran kopi terbesar di dunia. Untuk Anda yang baru masuk ke dalam dunia perkopian, ini 11 perbedaan utama di antara kedua spesies kopi tersebut.

1. Hal yang paling mudah untuk dikenali adalah rasanya. Kopi robusta sering dideskripsikan memiliki rasa yang lebih pahit dibandingkan dengan arabika. Beberapa orang bahkan mendeskripsikan robusta memiliki rasa seperti 'ban terbakar'. Bisakah Anda membayangkannya? Arabika dikenal tidak terlalu pekat dan memiliki sedikit rasa asam. Kopi robusta di sisi lain terasa lebih mendekati kacang-kacangan.

2. Salah satu alasan mengapa rasa robusta lebih pahit karena robusta memiliki kafein yang jauh lebih tinggi dibandingkan arabika, kafein membawa rasa yang lebih pahit. 

3. Arabika memiliki kadar lipid dan gula yang lebih tinggi. Kadar lipid dalam arabika hampir dua kali lipat dibandingkan robusta. Karenanya, kopi arabika lebih banyak disukai dibandingkan dengan robusta. Kadar gula ini memegang peranan penting dalam proses sangrai, karena membantu meningkatkan rasa asam dari kopi.

4.  Dari perspektif harga, biji kopi segar robusta tak semahal biji arabika. Di beberapa lokasi, kopi robusta bahkan hanya dihargai setengah dari harga arabika.

5. Robusta lebih mudah dibudidayakan, memiliki hasil yang lebih banyak dalam satu fase panen dan lebih tahan terhadap serangga. Kafein yang dihasilkan oleh kopi robusta membuatnya tahan terhadap hama karena kafein berefek seperti racun untuk serangga.

Semua faktor ini membuat arabika memiliki suplai yang lebih rendah dan lebih mahal untuk diproduksi. Dengan berbagai pertimbangan yang ada, banyak produsen bubuk kopi di masa lalu yang menambahkan kopi robusta ke dalam campuran kopi buatan mereka untuk menurunkan harga dan memperbesar keuntungan. Sejak kopi dijual pertama kali pada era tahun 1900-an, perlahan-lahan kualitas kopi dirasa semakin turun karena perusahaan pembuat kopi berusaha untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya.

6. Saat ini Anda bisa menemukan kopi robusta sebagai campuran kopi. Jika Anda minum kopi instan, kemungkinan besar dibuat dari robusta. Dalam campuran espreso, kemungkinan ada robusta. Hingga saat ini robusta masih jadi salah satu campuran yang paling banyak digunakan untuk espreso, apalagi untuk kopi espreso ala Italia. Sebab, robusta mudah membentuk krema. 

Halaman:

Editor: editor4

Tags

Terkini

X