• Selasa, 29 November 2022

Separuh Remaja Pengguna Rokok Elektrik Berniat Berhenti

- Sabtu, 21 Agustus 2021 | 10:07 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA - Lebih dari setengah remaja pengguna rokok elektronik saat ini dilaporkan berniat berhenti merokok vaping, sementara lebih dari dua pertiga dilaporkan berupaya berhenti vaping tahun lalu, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan online 18 Agustus di Pediatrics.

Hongying Dai, Ph.D., dari University of Nebraska di Omaha, menggunakan data dari Survei Tembakau Remaja Nasional 2020 (1.660 remaja, umumnya berusia 11 hingga 18 tahun) untuk menilai prevalensi niat remaja untuk berhenti vaping, upaya berhenti tahun lalu, dan frekuensi upaya berhenti.

Dai menemukan bahwa 53,4 persen pengguna e-rokok saat ini melaporkan niat untuk berhenti dari vaping, sementara 67,4 persen melaporkan telah mencoba untuk berhenti dari vaping, seperti dikutip dari Medical Xpress, Sabtu (21/8/2021). 

Remaja putri memiliki niat yang lebih rendah untuk berhenti dibandingkan remaja putra (rasio odds yang disesuaikan [aOR], 0,7), seperti halnya pengguna alat yang dapat dimodifikasi (dibandingkan e-rokok sekali pakai: aOR, 0,4) dan pengguna ganda atau poli (dibandingkan penggunaan e-rokok tunggal). : aOR, 0.7).

Ada hubungan positif antara persepsi bahaya rokok elektrik dan niat untuk berhenti (aOR, 2.2) dan upaya berhenti tahun lalu (aOR, 1.6). Peluang yang lebih tinggi dari upaya berhenti tahun lalu terlihat di antara remaja yang melakukan vaping karena rasa ingin tahu (aOR, 1.4), sedangkan mereka yang menggunakan e-rokok untuk menyamarkan vaping memiliki kemungkinan niat untuk berhenti yang lebih rendah (aOR, 0.4) dan mencoba berhenti tahun lalu (aOR, 0.7).

Jumlah rata-rata upaya berhenti tahun lalu adalah 5,3. "Temuan penelitian menginformasikan pengembangan program penghentian vaping multifaset untuk memperhitungkan seks, perangkat rokok elektrik, alasan dan pola vaping, persepsi bahaya, dan ketergantungan nikotin," tulis Dai. (E-4)

Editor: editor4

Tags

Terkini

X