• Senin, 28 November 2022

4 Diet Terlarang untuk Ibu Menyusui

- Jumat, 9 Juli 2021 | 10:53 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA - Usai melahirkan, banyak ibu yang mulai berpikir untuk mengembalikan kondisi tubuhnya dengan diet. Namun hati-hati, ingat bahwa Anda juga masih harus menyusui si kecil. Dibanding diet-diet tak jelas, yang harus disadari adalah menyusui juga ampuh untuk menurunkan berat badan usai melahirkan. "Penelitian menunjukkan bahwa ibu menyusui lebih mudah menurunkan berat badan dibanding ibu yang tidak menyusui," ungkap Winda Ekayanti, Ahli Gizi, accredited dietitian, Australia.

"Tapi, cara ini hanya akan efektif selama kira-kira 6-8 bulan pertama pemberian ASI eksklusif. Jadi, selama proses ini, Bunda sudah bisa manfaatkan untuk mulai mengembalikan berat badan ke ukuran sebelum hamil." Selain itu, sebuah penelitian lainnya menyatakan bahwa pola makan juga dapat memengaruhi penurunan berat badan selama menyusui. Banyak yang beranggapan bahwa setelah melahirkan dan mulai menyusui, mereka bisa mengonsumsi makanan apa pun untuk menunjang produksi ASI-nya. Tapi pada kenyataannya, Anda tak boleh makan sembarangan.

Saat menyusui, tubuh membutuhkan tambahan 500 kkal dalam setiap menu makan. Penambahan kebutuhan kalori ini diperlukan untuk produksi ASI. Jenis makanan untuk bantu turunkan berat badan Dalam menurunkan berat badan ada beberapa jenis makanan yang dapat memengaruhi keberhasilannya. Jenis makanan seperti apa?

Jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi harus tinggi protein dan rendah karbohidrat. Makanan yang tepat bisa membantu Bunda menurunkan berat badan lebih banyak sekaligus memproduksi ASI yang cukup. Porsi makan sehari, bisa bagi menjadi tiga bagian, Bunda.

Isi piring dengan porsi 50 persen sayur-mayur, 25 persen sumber karbohidrat kompleks, dan 25 persen sumber protein. Sedangkan sumber lemak biasanya sudah ditemukan di makanan sumber protein yang sudah melalui proses masak, seperti ditumis dengan minyak. Sebagai tambahan porsi makan, kita bisa mengonsumsi 2 potong buah atau sekitar 150 gram.

Pola makan ibu menyusui "Ibu menyusui tidak disarankan untuk melakukan diet ketat, pengurangan kalori, atau membatasi makanan secara ekstrim sebelum melewati enam bulan, dengan asumsi ASI eksklusif selama 6 bulan," ucapnya. "Meski belum ada penelitian yang menyebutkan kapan bisa mulai weight loss diet saat ASI eksklusif, yang penting dilakukan adalah menjaga total asupan kalori agar tidak lebih dari 2500 kkal per hari."

Berikut pola makan yang disarankan untuk ibu menyusui. Penambahan 500 kkal dalam porsi makan setara dengan dua porsi camilan sehat. Meski begitu, porsi makan harus seimbang, yakni mengandung sumber protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Jenis makanan ini bisa didapatkan dari menu makan sehari-hari, seperti daging, kacang-kacangan, sayur, dan buah.

Porsi makanan tambahan 500 kkal bisa didapatkan dari buah yang mengandung sekitar 150 kalori. Sisanya bisa dari yogurt atau susu yang dapat dikonsumsi dua kali sehari. (E-4)

Editor: editor4

Tags

Terkini

X