• Minggu, 22 Mei 2022

Dorong Terbentuknya ‘Smart City‘ Kominfo Akan Bangun 3.447 BTS

- Rabu, 6 November 2019 | 23:24 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate (tengah) bersama sejumlah pemimpin daerah dalam acara
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate (tengah) bersama sejumlah pemimpin daerah dalam acara

JAKARTA - Berdasarkan catatan Kominfo, Indonesia telah memiliki 100 kota cerdas. Angka itu terus bertambah sejak 2017. Pada tahun tersebut Indonesia hanya memiliki 25 kota cerdas atau smart city. Pada 2018, jumlah itu bertambah sebanyak 50 kota cerdas. Begitu pula pada 2019, kota cerdas di Indonesia bertambah 25 kota.

Untuk mendukung perkembangan kota cerdas, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan membangun 3.447 Base Transceiver Station (BTS) pada 2020 demi mendukung program pembangunan Kota Cerdas (Smart City) di Indonesia. "Di samping existing, Kominfo juga sudah lakukan pembangunan backbone serat optik Palapa Ring, juga bangun BTS di wilayah Indonesia Timur dan Tengah yang belum terjangkau. BTS 5000, sudah ada 1.500 dan 3.447 lagi pada 2020," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate usai acara Gerakan Menuju 100 Smart City 2019 di Jakarta, Rabu.

Kominfo kembali menjelaskan, peluncuran satelit diharapkan dapat berlangsung pada 2021. "Paling lambat, 2022 sudah dilakukan sehingga 2024 satelit bisa mulai berfungsi," ujarnya. Pemerintah, melalui Kominfo, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), berencana menambah kota-kota lain untuk menjadi kota cerdas agar mendorong perekonomian Tanah Air.

"Kominfo sudah bangun infrastruktur sampai ke desa-desa. Kami harapkan electronic market place bisa lebih gampang dijangkau oleh nelayan, petani, dan seterusnya," kata Johnny. "Dengan demikian, partisipasi produk-produknya bisa masuk ke pasar, sehingga bisa lebih cepat jangkau konsumen," katanya.

Johnny menambahkan pemerintah akan memperhatikan dan berfokus pada pembangunan infrastruktur komunikasi di wilayah 3T yaitu tertinggal, terdepan, dan terluar. Fokus pembangunan infrastruktur itu bertujuan mengurangi disparitas pembangunan digital di diseluruh wilayah Indonesia. "Gerakan menuju 100 Smart City telah mendorong banyak pemerintah daerah untuk mewujudkan pelayanan yang memudahkan masyarakat," tutup Johnny. (E-4/ant)

Editor: editor1

Tags

Terkini

X