• Kamis, 7 Juli 2022

Apakah Anak Anda Kecanduan PUBG? Ini Tanda-tandanya.

- Selasa, 27 Agustus 2019 | 16:40 WIB
Orangtua perlu menjaga waktu bermain anak dalam batas yang normal.
Orangtua perlu menjaga waktu bermain anak dalam batas yang normal.

JAKARTA - Berita mengejutkan beredar ketika 5 anak di Jember harus menjalani perawatan jiwa akibat kecanduan permainan PUBG. PUBG sendiri merupakan permainan dengan genre battle royale yang memungkinkan pemainnya untuk bermain bersama orang-orang yang mereka kenal secara online.

Kelima anak remaja ini dirawat di RS Dr Soebandi karena menampakkan perubahan sikap dan perilaku menjadi pribadi yang cenderung kasar dan mudah marah. Menurut psikiater RS dr Soebandi, dokter Justina Evy, dalam beberapa minggu terakhir, ada lima anak dan remaja yang menjalani perawatan intensif terkait kejiwaan. 

"Mereka itu kecanduan game PUBG. Mereka anak-anak dan remaja usia sekolah yang mengalami gangguan perilaku. Trennya usia 14 tahun ke bawah, siswa SD, yang harusnya tidak memegang HP Android," kata Evy, Senin (1/4/2019) pada detik.com.

Kecanduan game online ini harus menjadi preseden bagi orang tua. Orangtua perlu menjaga waktu bermain dalam batas yang normal juga mendorong mereka melakukan aktivitas lain sehingga tidak terpaku pada permainan tertentu. Lalu, apa tanda yang harus diwaspadai orangtua sebagai tanda anak sudah kecanduan game online? Simak 5 tanda berikut.

1. Pergantian suasana hati yang ekstrem dan kemarahan

Anak atau remaja yang suasana hatinya mudah berganti dari kesal ke tenang, rileks, dan senang berlebihan saat bermain game online atau game video mungkin mengalami kecanduan game online. Di masa depan, si anak mungkin akan menggunakan video game sebagai cara untuk lari dari permasalahan hidupnya. Terlebih jika si anak sudah menampakkan tanda-tanda menarik diri atau marah ketika ia tidak diberi kesempatan bermain video game atau game online. Perilaku ini mirip seperti orang yang kecanduan makanan atau penjudi yang sakau serta frustasi ketika tidak mendapatkan adiksi mereka.

2. Sulit lepas dari game

Anak yang makan, minum, dan selalu membicarakan video game bahkan saat tidak sedang memainkannya kemungkinan besar terobsesi dengan permainan itu. Anak-anak atau remaja ini bisa membicarakan video games saat makan, minum, tidur, bahkan melakukan percakapan-percakapan serius.

3. Kurang merawat diri dan mengalami gangguan fisik

Halaman:

Editor: editor1

Tags

Terkini

X