Ribuan Vaksin AstraZeneca & Pfizer di Babel Terancam Kadaluarsa

Selasa , 07 Desember 2021 | 07:38
Ribuan Vaksin AstraZeneca & Pfizer di Babel Terancam Kadaluarsa
Sumber Foto: WION.
Ilustrasi.

JAKARTA - Sebanyak 15.000 dosis vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca dan 24.000 dosis jenis Pfizer di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan kadaluarsa pada bulan ini. Untuk vaksin jenis Pfizer akan kadaluarsa pada 13 Desember mendatang, sementara untuk vaksin AstraZeneca akan kadaluarsa pada 31 Desember mendatang.

Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah mengatakan, program menghabiskan kedua jenis vaksin itu sudah diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 64 Tahun 2021, di mana jika terjadi kondisi kadaluarsa vaksin maka pemerintah daerah harus menyampaikan informasi kepada Kementerian Kesehatan.

"Setelah diinformasikan kepada Kementerian Kesehatan misalnya, kita menanyakan kepada tetangga kita di Sumatera ada gak provinsi lain yang membutuhkan vaksin itu, maka bisa kita segera alihkan ke provinsi tersebut," kata Abdul Fatah di Kantor Gubernur, Senin (6/12/2021).

Menurut Wagub, kedua jenis vaksin dalam jumlah yang banyak itu akan kadaluarsa karena kurangnya minat masyarakat di Babel untuk menerima suntikan vaksin jenis tersebut. "Jadi kalo ini (vaksin), bukan kita tidak memaksimalkan daripada vaksin itu, tapi ada faktor tidak bisa divaksinkan. Ada masyarakat yang tidak mau vaksin itu," jelasnya.

Sementara untuk progres vaksinasi Covid-19 di Babel, saat ini sudah mencapai 70 persen. Pemprov Babel bersama pihak terkait mentargetkan 80 persen pada akhir tahun.

"Sebenarnya harapannya 80 persen, tapi apakah kita mampu mencapainya? Makanya kita genjot dengan cara kita akan memaksimalkan vaksinasi ini berbasiskan kelurahan dan desa tadi, serta memaksimalkan kelompok sasaran yang kita ketahui belum melakukan vaksinasi," pungkasnya. (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load