Selamatkan Hak Pendidikan Anak saat Pandemi Covid-19

Minggu , 05 Desember 2021 | 09:59
Selamatkan Hak Pendidikan Anak saat Pandemi Covid-19
Sumber Foto: RRI.
Ilustrasi.

JAKARTA - Selama pandemi COVID-19 berlangsung di Indonesia, pendidikan menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Memasuki tahun 2021, kondisi pendidikan belum berubah, kegiatan belajar mengajar masih harus dilakukan jarak jauh dan tak sedikit anak tidak mendapatkan akses pendidikan berkualitas. 

Gangguan dalam dunia pendidikan ini meningkatkan risiko banyak anak tidak kembali ke sekolah, risiko menghadapi kekerasan di rumah, risiko pekerja anak, hingga risiko pernikahan dini. 

Dengan latar belakang ini, Save The Children Indonesia kemudian meluncurkan kampanye Save Our Education. Bekerja sama dengan anak-anak, kampanye ini menyuarakan harapan anak-anak serta hak atas akses belajar yang berkualitas di lingkungan yang aman. 

"Tujuan dari gerakan ini adalah memastikan setiap anak mendapat akses terhadap pendidikan yang berkualitas baik luring maupun daring, baik dalam situasi darurat maupun normal, yang terpenting adalah lingkungan yang aman juga untuk anak-anak dalam mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas tersebut," ujar Media and Brand Manager Save the Children Indonesia, Dewi Sri Sumanah, ditemui di Posbloc, Jakarta, Sabtu (4/12/2021). 

Dewi menjelaskan, kampanye Save Our Education ini telah dilaksanakan selama tahun 2021 di 3 provinsi, diantaranya, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sulawesi Tengah. 

"Di 3 provinsi ini diinisiasi oleh anak-anak yang kita sebut child campaigner, mereka melakukan aksi nyata, misalnya seperti di Jawa Barat anak-anak berkunjunjung langsung ke rumah anak-anak dengan disabilitas, mereka berkegiatan bersama. Lalu di Yogya, mereka berkunjung langsung ke anak-anak kelompok marjinal yang dinaungi oleh sekolah marjinal. Lalu di Sulteng, mereka mempunya konsep roa mo bagi cerita atau jadi teman curhat, karena dalam masa pandemi ini anak-anak sangat membutuhkan support terutama dalam isu pendidikan," jelasnya. 

Beberapa konsep kampanye yang dihasilkan dari diskusi-diskusi yang dilakukan oleh para campaigner anak ini menitikberatkan pada beberapa isu, antara lain anak-anak yang kehilangan perhatian dari orang tua atau dalam situasi broken home, anak-anak putus sekolah, anak-anak dengan disabilitas, anak-anak yang tinggal di pedalaman dan hunian sementara, serta pendidikan anak perempuan. 

"Jadi ini benar-benar gerakan yang diinisiasi oleh anak-anak, Save The Children, kami, sifatnya mengkapasitasi, memfasilitasi dan memberikan ruang yang aman untuk anak," pungkas Dewi. (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load