Antisipasi Varian Baru, Patuhi Prokes dan Vaksinasi

Selasa , 30 November 2021 | 09:16
Antisipasi Varian Baru, Patuhi Prokes dan Vaksinasi
Sumber Foto: Pavlo Gonchar/Zumapress/picture alliance.
Ilustrasi.

JAKARTA - Varian baru virus Corona B.1.1.529 atau varian omicron telahditemukan di sejumlah negara Afrika dan menjadi perhatian dunia setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorikannya sebagai varian of concern (VoC). Masyarakat Indonesia diminta untuk tetap waspada dengan meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan dan menyegerakan vaksinasi. 

Pakar Kesehatan Elizabeth Jane Soepardi menjelaskan, mutasi varian Omicron diperkirakan menjadi penyebab peningkatan kasus secara eksponensial di Afrika Selatan dalam dua pekan terakhir. Varian baru ini sangat diantisipatif karena mutasi varian ini mencapai lebih dari 50 pada spike protein lebih dari 30. 

Tak hanya di Afrika Selatan, virus ini juga mulai terdeteksi di berbagai belahan dunia lainnya. Di Belgia misalnya, terdeteksi ada 26 kasus yang berasal dari wisatawan Mesir. Kasus serupa juga tercatat di Botswana dan Hong-kong yang masing-masing diperkirakan terbawa oleh pelancong dari Afrika Selatan. 

Negara-negara lain seperti Australia, Israel, Swiss, Jerman, dan Inggris juga melaporkan bahwa virus ini telah ditemukan di negara mereka masing-masing. Secara total, hingga 29 November 2021, total kasus varian Omicron yang terlaporkan telah mencapai 159 kasus dari 14 negara. 

Meski tengah menjadi kekhawatiran global, Jane menjelaskan bahwa para peneliti dunia saat ini masih mempelajari varian tersebut.  "Dengan kata lain, para peneliti belum ada yang dapat memastikan seberapa berbahaya virus ini dari sisi tingkat penularan maupun keganasan penyakit yang ditimbulkan dibandingkan dengan varian lain yang sudah ada," kata Jane dalam keterangannya, Senin (29/11/2021). 

Ia menambahkan, para peneliti juga masih mengkaji lebih jauh terkait efektivitas penerapan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak dalam mencegah varian tersebut. Meski begitu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dan menyegerakan vaksinasi. 

"Munculnya varian baru termasuk omicron juga masih dalam penelitian," ujarnya. Sebelumnya, pemerintah menegaskan akan memperketat pintu masuk ke Indonesia, khususnya dari negara yang telah melaporkan adanya penyebaran varian Omicron. Pemerintah juga bakal memantau kepulangan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load