PPKM Level-3, Transportasi Umum Diminta Tak Dibatasi

Minggu , 28 November 2021 | 08:50
PPKM Level-3, Transportasi Umum Diminta Tak Dibatasi
Sumber Foto: Detik.com.
Ilustrasi.

JAKARTA - Menjelang natal dan tahun (nataru), warga Jakarta berharap pemerintah tidak membatasi moda transportasi umum di PPKM Level-3. Hal ini diyakini memberatkan masyarakat khususnya yang menggunakan transportasi umum untuk beraktifitas. 

Sulis, warga Cilandak Jakarta Selatan yang rutin menggunakan Transjakarta mengaku merasa keberatan jika Jakarta dikembalikan ke PPKM Level 3. Pasalnya, aktivitas masyarakat sudah kembali normal dan penggunaan transportasi umum menjadi prioritas dalam menunjang kegiatan sehari-hari.

Menurutnya, saat Jakarta di PPKM level 3, jam operasional juga terbatas. Serta jumlah armada yang beroprasi juga sedikit. Hal ini tentu memberatkan karena akan memperlambat waktu berangkat dan juga di jam pulang. Bukan hanya itu, saat PPKM level 3 khususnya di armada transjakarta banyak pengurang koridor yang beroperasi, hal ini tentu membuat kesulitan masyarakat yang keseharianya menggunakan Transjakarta. 

"Gak setuju ya kalau balik ke level 3, karena aktivitas sudah kembali normal. Kalau kembali ke level 3 agak susah, karena kita kan naik kendaraan umum, misal banyak koridor yang di nonaktifkan, jadi susah kan ke mana-mana," kata dia saat, Sabtu (27/11/2021). 

Dia berharap Pemerintah tidak mengubah aturan terkait moda transportasi umum. mulai dari jam operasi, jumlah armada yang beroprasi dan juga tidak mengurangi jalur jalur-jalur yang bukan menjadi koridor utama. 

Selain sulis, ada Fano yang juga menggunakan KRL dan MRT sebagai moda transportasi sehari-hari. Dia mengatakan, tidak setuju jika Pemerintah membatasi moda transportasi di Level 3 menjelang nataru. 

Pemerintah diharapkan tidak terlalu ketat membuat aturan terkait penggunaan transportasi. Pasalnya, mobilitas masyarakat sudah kembali normal dan masyarakat sudah banyak yang menggunakan angkutan umum untuk bekerja dan sekolah. (E-4)



Sumber Berita: Detik.com.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load