Tarif Tes PCR Turun, Segini Harganya

Rabu , 27 Oktober 2021 | 18:31
Tarif Tes PCR Turun, Segini Harganya
Sumber Foto: Haibunda.com.
Ilustrasi.

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, secara resmi menurunkan tarif tes Covid-19 dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Harga tes PCR untuk wilayah Jawa dan Bali, diturunkan menjadi Rp275 ribu. Sedangkan di luar Jawa Bali menjadi Rp300.000.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Abdul Kadir mengatakan, penurunan tarif tes PCR berdasarkan hasil evaluasi terhadap surat edaran Nomor HK/0202/1/3713/2020 yang dikeluarkan pada 5 Oktober 2020. Evaluasi dilakukan Kementerian Kesehatan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Dari hasil evaluasi, kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan real time PCR diturunkan menjadi Rp275.000 untuk daerah Pulau Jawa dan Bali serta sebesar Rp300.000 untuk luar Pulau Jawa dan Bali," kata Kadir dalam keterangan pers secara virtual, Rabu (27/10/2021).

Menurut Kadir, evaluasi yang dilakukan melalui perhitungan biaya pengambilan dan pemeriksaan PCR dari berbagai komponen. "Komponen tersebut di antaranya jasa pelayanan atau SDM, reagen dan bahan habis pakai (BHP), biaya administrasi, overhead dan biaya lainnya yang disesuaikan dengan kondisi saat ini," ujar Kadir.

Kemenkes pun meminta semua fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, laboratorium, dan fasilitas pemeriksaan lainnya yang telah ditetapkan oleh menteri, dapat mematuhi batasan tarif tertinggi real time PCR ini.

Ia menyebut, hasil tes PCR berdasarkan tarif tertinggi terbaru dikeluarkan dengan durasi maksimal 1 x 24 jam dari pengambilan swab pemeriksaan. Dia meminta dinas kesehatan provinsi, kabupaten dan kota turut melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemberlakuan batas tarif tertinggi untuk pemeriksaan PCR sesuai kewenangan masing-masing.

"Evaluasi batas tarif tertinggi pemeriksaan real time PCR akan ditinjau ulang secara berkala sesuai dengan kebutuhan," pungkasnya. (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load