Layanan PCR 3 Jam Bandara Diklaim Banjir Peminat

Rabu , 27 Oktober 2021 | 09:08
Layanan PCR 3 Jam Bandara Diklaim Banjir Peminat
Sumber Foto: Haibunda.com.
Ilustrasi.

JAKARTA - PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mengklaim layanan RT-PCR dengan hasil keluar sekitar tiga jam dibanjiri calon penumpang. Layanan yang berada di Airport Health Center (AHC) itu disebutnya cukup menjadi pilihan bagi penumpang pesawat udara. 

President Director of PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin mengatakan, sejak dibuka 24 Oktober 2021, layanan tes RT-PCR dengan hasil keluar sekitar tiga jam ini melayani 230 orang penumpang pesawat. 

’’Kami melihat sudah mulai ada pergeseran bahwa penumpang pesawat kini melakukan tes RT-PCR di hari yang sama dengan keberangkatan, karena memang Airport Health Center di Bandara Soekarno-Hatta mampu memberikan hasil tes keluar sekitar tiga jam,” ungkapnya, Selasa (26/10/2021). 

Awaluddin mengakui, layanan tersebut dilakukan sebagai upaya mendukung penerapan protokol kesehatan di transportasi udara.  Layanan tes RT- PCR dengan hasil keluar tiga jam ini diperuntukkan khusus bagi penumpang pesawat berangkat di tanggal yang sama dengan tes. Bagi penumpang berangkat di tanggal berbeda dengan tes, dapat memilih layanan tes RT-PCR dengan hasil keluar 1×24 jam yang juga terdapat di Airport Health Center Bandara Soekarno-Hatta. 

Diberitakan sebelumnya, sejumlah calon penumpang pesawat dari Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Kota Tangerang mengeluhkan soal kewajiban membawa hasil tes PCR. Salah satunya Euis. Ia mengaku, keberatan dengan kewajiban membawa PCR itu. Pasalnya, hasil tes PCR yang membutuhkan waktu yang lama hingga dirilis di tempat asalnya, yakni di Sumedang, Jawa Barat. 

"Kayak saya tinggal di Sumedang. Kalau di Sumedang ada tempat untuk tes PCR, tapi keluar hasilnya itu lama, sementara kita dikejar waktu mau penerbangan. Belum lagi kalau misalnya enggak ada tempat PCR di dekat rumah," ujarnya kepada rri.co.id, Selasa (26/10/2021). (E-4)



Sumber Berita: RRI.

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load