Terungkap, Alasan Naik Pesawat Kini Wajib Sertakan Hasil Negatif PCR

Kamis , 21 Oktober 2021 | 10:33
Terungkap, Alasan Naik Pesawat Kini Wajib Sertakan Hasil Negatif PCR
Sumber Foto: Pikiran Rakyat.
Ilustrasi.

JAKARTA - Pemerintah kembali memperbaharui syarat perjalanan transportasi pesawat. Jika sebelumnya hanya diwajibkan melampirkan hasil negatif tes COVID-19 antigen, kini harus menyertakan hasil negatif tes Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang dilakukan maksimal 2 hari sebelum keberangkatan. Lalu, apa yang menyebabkan adanya perubahan ini?

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi, peralihan syarat tes ini karena hasil tes PCR lebih akurat jika dibandingkan dengan tes antigen. "Angka positivity rate yang rendah saat ini kurang dari satu persen, maka kasus positif akan sangat jarang. Sehingga sensitivitas dari rapid antigen dapat menyebabkan negatif palsu," terangnya saat dihubungi detikcom, Rabu (20/10/2021).

"Karena sekarang jumlah kasus positif rendah, jadi antigen dapat menyebabkan pemeriksaan negatif. Padahal mungkin tidak negatif," lanjutnya. dr Nadia menjelaskan tes PCR memang menjadi golden standard dari laboratorium COVID-19 yang diketahui paling baik untuk mendeteksi virus Corona.

Maka dari itu, dengan adanya perubahan ini ia berharap para calon penumpang pesawat bisa menyertakan hasil tes COVID-19 yang lebih akurat. Sampai saat ini, syarat terbaru hasil tes PCR walau sudah divaksinasi baru berlaku untuk perjalanan transportasi pesawat. Sementara syarat perjalanan bus, kereta api, hingga kapal laut masih diperbolehkan menunjukkan hasil negatif COVID-19 tes antigen. (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load