Pakar Sebut Fase Terberat Justru Saat Covid-19 RI Melandai

Senin , 27 September 2021 | 14:57
Pakar Sebut Fase Terberat Justru Saat Covid-19 RI Melandai
Sumber Foto: Universitas Gadjah Mada.
Ilustrasi.

JAKARTA - Penambahan kasus baru COVID-19 harian di RI relatif melambat. Di samping apresiasi terhadap baiknya penanganan COVID-19 Indonesia, pakar memberikan sejumlah catatan terkait risiko kenaikan kembali kasus COVID-19.

"Kita memasuki fase yang cukup menyenangkan, sekarang hampir semua orang menyangka pandemi sudah terkendali, tapi ini fase yang paling berat," terang ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono dalam diskusi daring Indikator Politik Indonesia, Minggu (26/9/2021).

"Kalau kita bisa mempertahankan situasi seperti ini sampai Januari saja, itu sudah cukup luar biasa karena kita akan menghadapi tantangan Natal dan Tahun Baru. Negara lain saja bingung kok kita bisa menurun? Yang saya juga kaget juga, akhirnya cepat sekali penurunannya, nggak seperti yang saya duga," sambungnya.

Ia mengingatkan, pada Juli 2021 saat ada momen libur Lebaran 2021, masyarakat dan pemerintah dikejutkan oleh kemunculan varian Delta yang menular lebih cepat daripada varian Corona lainnya. Maka ia menegaskan, risiko lonjakan kasus COVID-19 menjelang Natal dan Tahun Baru perlu dicegah dengan pembatasan mobilitas secara masif.

"Masyarakat dan pemerintah baru terbangun tersadar ketika varian Delta masuk. Dengan varian Delta, maka peningkatannya luar biasa. Kita mengalami kekurangan pasokan oksigen, rumah sakit penuh. Jadi betul-betul hampir semua orang merasakan bahwa ada anggota keluarga, teman yang terkena dampak pandemi," terang Pandu.

"Dengan adanya Delta kemudian menyebar sehingga terjadilah gelombang ketiga. Jadi Natal dan Tahun Baru janganlah ada lagi liburan bersama. Kalau liburan bersama itu mendorong penduduk gerak masif," jelasnya lebih lanjut. (E-4)



Sumber Berita: Detik.com.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load