Pemerintah Kejar Cakupan 70 Persen Vaksinasi di Wilayah Aglomerasi

Kamis , 23 September 2021 | 14:36
Pemerintah Kejar Cakupan 70 Persen Vaksinasi di Wilayah Aglomerasi
Sumber Foto Antara/Andi Firdaus
Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diikuti dari kanal YouTube Komisi IX DPR di Jakarta, Kamis (23/9/2021).

JAKARTA - Pemerintah sedang mengejar cakupan 70 persen vaksinasi Covid-19 di sejumlah wilayah aglomerasi, kata pejabat di Kementerian Kesehatan.

"Perintah Presiden Joko Widodo untuk wilayah aglomerasi diharapkan 70 persen (cakupan vaksinasi)," kata Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diikuti dari kanal YouTube Komisi IX DPR di Jakarta, Kamis (23/9/2021).

Wilayah aglomerasi yang dimaksud Maxi meliputi Malang Raya, Bandung Raya, Semarang Raya, Solo Raya, Surabaya Raya dan Jabodetabek.

Untuk capaian vaksinasi di wilayah Malang Raya, kata Maxi, tinggal menyisakan Kota Malang dan Kabupaten Malang. "Ini lagi upayakan percepatannya, kemungkinan Batu dan Kota Malang itu akan capai 70 persen," katanya.

Sementara cakupan vaksinasi yang relatif rendah di Bandung Raya di antaranya berada di Karawang, Sumedang, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung.

Kemudian untuk Semarang Raya, kata dia, baru Kota Semarang yang mencapai target 70 persen cakupan vaksinasi. Sementara Demak, Kendal dan Kabupaten Semarang juga masih di bawah 50 persen.

Untuk wilayah Solo Raya, terdapat sejumlah daerah dengan cakupan vaksinasi masih di bawah 50 persen, yakni Klaten, Karanganyar, Boyolali, Sukoharjo, Sragen dan Wonogiri."Di Surabaya Raya ini baru Mojokerto dan Kota Surabaya, kemudian Gresik yang sudah di atas 50 persen. Yang lain masih di bawah 50 persen," katanya.

Maxi mengatakan wilayah di Jabodetabek yang cakupan vaksinasinya masih di bawah 50 persen di antaranya Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor.

"Untuk wilayah aglomerasi kami sudah mengirim vaksin untuk kebutuhan 70 persen itu. Jadi tinggal kecepatannya yang mereka harus lakukan sebab vaksinnya sudah 'standby' di masing-masing," ia menambahkan.(*)



Sumber Berita: Antara
KOMENTAR

End of content

No more pages to load