Mutasi Virus Corona Melemahkan Efektivitas Antibodi

Sabtu , 18 September 2021 | 09:19
Mutasi Virus Corona Melemahkan Efektivitas Antibodi
Sumber Foto: CNBCTV18.
Ilustrasi.

JAKARTA - Peneliti dari Florida International University (FIU) yang berusaha mengungkap rahasia bagaimana varian virus corona yang paling menular menjadi begitu luas tersebar menemukan petunjuk yang menarik.

Pemodelan komputer memungkinkan peneliti melihat bagaimana mutasi varian delta di area tertentu dapat mencegah antibodi menempel sepenuhnya pada virus. Antibodi ini—yang dihasilkan dari vaksinasi atau dari melawan infeksi COVID-19—membantu sistem kekebalan tubuh kita dengan menghentikan atau memperlambat virus corona pada berbagai langkah dalam prosesnya untuk menyerang sel manusia dan berkembang biak.

Perubahan struktural yang halus dapat membantu menjelaskan mengapa varian delta menjadi sangat menular. Penemuan ini dibuat oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Prem Chapagain, seorang fisikawan yang merupakan associate director dari Institut Ilmu Biomolekuler FIU, dan profesor ilmu komputer Giri Narasimhan dari Knight Foundation School of Computing and Information Sciences di FIU's College of Engineering and Computing. Studi mereka diterbitkan dalam jurnal Biochemical and Biophysical Research Communications.

"Varian delta tampaknya telah menemukan jalan kabur dari imun," kata Narasimhan, seperti dikutip dari situs Florida International University, Sabtu (18/9/2021). "Dengan bermutasi sedikit, mereka dapat melemahkan dampak antibodi."

Dikarenakan perubahan struktural akibat mutasi sebagian besar terjadi di satu wilayah antarmuka pengikatan, masih banyak bagian lainnya dari virus ini di mana antibodi dapat menempel dan mencegah virus bekerja sebagaimana mestinya. Itu sebabnya vaksin masih efektif melawan virus.

"Virus tidak mampu membuat perubahan secara sadar," kata Chapagain. "Kadang-kadang, mereka menemukan sesuatu yang dapat bekerja lebih baik untuk mereka, dan varian itu akan lebih umum."

Bahkan varian delta itu sendiri terus bermutasi, itulah sebabnya upaya pemodelan komputer seperti yang dilakukan di FIU bisa menjadi kunci untuk memahami dengan cepat bagaimana varian masa depan berperilaku atau menghentikan pandemi di masa depan. 

Tim komputasi yang dipimpin oleh Narasimhan memanfaatkan dana dari National Science Foundation untuk melatih komputer yang suatu hari nanti dapat memprediksi bagaimana protein dari antibodi dan virus akan berinteraksi.

Untuk saat ini, baik Chapagain dan Narasimhan mendorong orang untuk divaksinasi dan memakai masker untuk mengekang penyebaran virus corona dan varian masa depan yang mungkin selanjutnya menyebar. (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load