Kata Kemenkes Soal Hoaks Perawatan Covid-19 Tak Dicover Pemerintah

Jumat , 17 September 2021 | 10:20
Kata Kemenkes Soal Hoaks Perawatan Covid-19 Tak Dicover Pemerintah
Sumber Foto: RRI.
Ilustrasi.

JAKARTA - Viral sebuah narasi yang menyebutkan Kementerian Kesehatan tidak lagi menanggung biaya perawatan pasien COVID-19 per 1 Oktober mendatang. Bahkan disebutkan juga Badan Jaminan Penyelenggara Sosial (BPJS) Kesehatan hanya akan menyediakan cover anggaran untuk pasien COVID-19 maksimal 18 juta.

Kabar ini diklarifikasi oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi. dr Nadia menegaskan bahwa biaya perawatan pasien COVID-19 tetap akan ditanggung pemerintah. Selain itu, ia juga mengatakan sumber anggaran untuk perawatan tersebut masih bersumber dari Kementerian Kesehatan.

"Besaran perawatan biaya pasien COVID-19 tidak benar dibatasi 18 juta. Mekanisme perhitungan penggantian biaya menggunakan metode INA-CBGs dan besarannya bervariasi," ungkap dr Nadia, Kamis (16/9/2021).

"Bila saat itu ternyata masih diperlukan perawatan lanjutan karena kondisi komorbid, komplikasi atau koinsiden, maka beralih ke sumber pembiayaan lain," sambung dr Nadia.

Sumber pembiayaan yang dimaksud seperti jaminan kesehatan nasional (JKN) atau asuransi lain dari masing-masing pasien. Ia kembali menegaskan jika kabar tersebut adalah hoax. "Hoax. Biaya perawatan pasien COVID-19 tetap ditanggung pemerintah. Sumber biaya tetap dari Kemenkes," tegas dia.

Berikut bunyi pesan broadcast terkait penghentian cover biaya pasien COVID-19 yang telah dipastikan hoax: "Ingat mulai 1 Oktober pasien Covid tidak ditanggung Kemenkes lagi, BPJS hanya cover maksimal 18 Juta.! Alternatif lain pake Asuransi sendiri. Jaga diri baik-baik." (E-4)



Sumber Berita: Detik.com.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load