Menkes Minta Pemda Tak Tahan Stok Vaksin Covid-19

Selasa , 24 Agustus 2021 | 14:48
Menkes Minta Pemda Tak Tahan Stok Vaksin Covid-19
Sumber Foto dok/Biro Pers Sekretariat Presiden
Menkes Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta pemerintah daerah tak perlu menyimpan stok vaksin Covid-19 terlalu lama. Budi mendorong stok vaksin yang tersedia segera disuntikkan ke masyarakat.

"Atas arahan bapak presiden kita ingin menegaskan sekali lagi daerah tidak perlu memegang stok, karena nanti akan diatur suntik keduanya dari pusat, dari kita," kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal Youtube Kementerian Kesehatan, Selasa (24/8/2021).

Budi mengatakan secara umum beberapa daerah yang menerima 1.000 dosis vaksin hanya akan menyuntikkan 500 dosis, sementara 500 dosis sisanya ditahan untuk vaksinasi tahap kedua. Ia menyebut pemda seharusnya langsung menghabiskan alokasi vaksin Covid-19 tersebut.

"Kalau kita bilang suntik (tahap) kedua, kadang-kadang masih ada sebagian suntik (tahap) satu, ada yang sebagian suntik satu ada yang sebagian malah ditahan untuk suntik kedua," ujarnya.

Mantan wakil menteri BUMN itu mengingatkan pemda untuk mengikuti instruksi pemerintah pusat terkait vaksinasi Covid-19. Jika diperintahkan habiskan stok vaksin, maka harus dihabiskan."Jadi pakai saja semuanya disuntik sesuai dengan aturan. Manajemen stoknya dilakukan di pusat," katanya.

Menurutnya, ketidakpatuhan pemda membuat total stok vaksin Covid-19 di sejumlah daerah mencapai 25 juta dosis. Di sisi lain, kata Budi, ada beberapa daerah kabupaten/kota yang kehabisan stok vaksin.

Ia pun meminta kepada para gubernur untuk percepat distribusi vaksin Covid-19 ke pemerintah kabupaten/kota setempat."Nah itu bapak presiden minta tolong didorong supaya itu juga bisa cepat sampai ke kabupaten/kota karena banyak juga bupati dan wali kota yang mengeluh," ia menambabkan.(*)

 



Sumber Berita: CNN Indonesia
KOMENTAR

End of content

No more pages to load