Stok Vaksin Covid-19 Mencukupi Untuk Permintaan Daerah

Kamis , 05 Agustus 2021 | 15:31
Stok Vaksin Covid-19 Mencukupi Untuk Permintaan Daerah
Sumber Foto: DPA.
Ilustrasi.

JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, stok vaksin yang tersedia saat ini di pusat, mencukupi untuk memenuhi permintaan daerah. "Kita punya stok cukup vaksin. Tapi harus dipahami bahwa vaksin itu tidak bisa sekaligus vaksinasi semua sasarannya, karena dosis vaksin juga datang bertahap," kata Siti Nadia, Kamis (5/8/2021) dilansir Antara.

Berdasarkan laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), total kedatangan vaksin di Indonesia hingga, Selasa (3/8) kemarin, berjumlah 179.4 juta dosis vaksin yang terdiri atas 144.7 juta dosis berbentuk bahan baku dan 34.7 juta dosis dalam bentuk jadi.

Sedangkan total vaksin jadi produksi dalam negeri PT Bio Farma berjumlah 152 juta dosis vaksin. Sebanyak 117.3 juta berupa bahan baku dan sisanya berupa vaksin jadi.  Bahan baku vaksin tersebut yaitu Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm dan Moderna. 

Sementara, Direktorat Jenderal (Ditjen) Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes melaporkan, hingga Senin (2/8), vaksin yang telah didistribusikan ke 34 provinsi berjumlah 90.988.817 dosis. Sebanyak 68.641.750 di antaranya telah disuntikan kepada masyarakat. 

Menurut Nadia, Indonesia tidak memiliki masalah dengan stok vaksin Covid-19. Meski demikian, masyarakat diminta mengeri dikarenakan vaksin didistribusikan secara bertahap.

Kasus kekosongan vaksin di beberapa daerah, kata Nadia, disebabkan karena data stok vaksin tidak diperbarui. Sehingga, pihaknya melihat stok vaksin di daerah masih aman. Menurutnya, masalah-masalah ini sudah diperbaiki dan Jutaan dosis vaksin sudah serta akan didistribusikan ke daerah. 

"Kami sudah mendistribusikan pada pekan ketiga itu 3 juta untuk vaksin dosis kedua dan yang pekan keempat ini ada sekitar 6 juta. Nanti kami akan kirim lagi sekitar 6 juta," sebutnya. Nadia juga mengatakan, antusiasme masyarakat yang tinggi untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 juga mempengaruhi persediaan vaksin. Terlebih, saat ini usia sasaran vaksinasi semakin luas. 

"Sekarang ini vaksinasi tidak ada batasan khusus, artinya siapapun, usia di atas 12 tahun bisa divaksin. Jadi tentu harus cermat mengatur kuota vaksinnya," ujarnya. Untuk itu, Nadia meminta masyarakat tidak perlu khawatir jika tidak menerima vaksin dosis kedua tepat waktu tanggal yang sudah ditetapkan vaksinator. Dikarenakan, masih ada waktu hingga 28 hari setelah dosis pertama disuntikkan. 

Selain itu, pemerintah juga memperluas kerja sama dengan swasta untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang divaksin. "Potensi swasta ini kan akan sangat banyak, bagaimana semakin banyak sentra-sentra vaksinasi yang kita buka," ujarnya. 

Kata Nadia, Kemenkes juga berupaya menambah tenaga vaksinator mengingat Indonesia akan menerima dosis vaksin sangat banyak pada Oktober mendatang. "Oktober itu kemungkinan dua kali lipat dari yang saat ini kita terima jumlah vaksinnya. Tentunya kita harus segera menyuntikkan kepada masyarakat. Jadi memang harus segera diperluas (akses vaksin)," katanya. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load