Tingkat Tracing Covid-19 di Bali Masih Rendah

Kamis , 05 Agustus 2021 | 15:22
Tingkat Tracing Covid-19 di Bali Masih Rendah
Sumber Foto: Unsplash.
Ilustrasi.

JAKARTA - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Bali, I Gede Putra Suteja mengatakan bahwa saat ini tingkat tracing Covid-19 di Bali masih rendah. Menurutnya masih ada ditemukan individu-individu yang bergejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG-GR) namun menolak diisolasi.

"Realita yang terjadi sekarang adalah tracing rendah, kita satu pasien positif di-tracing 3-5 orang, sedangkan WHO (World Health Organization) menyarankan 20-30 orang untuk tracing, sehingga ini memang agak berat. Tapi ada juga yang sudah bergejala (OTG-GR) tidak mau isolasi mandiri maupun terpusat," kata I Gede Putra Suteja  di Denpasar, Bali, dilansir dari Antara, Kamis (5/8/2021).

Ia mengatakan, total ada 5.600 orang dokter di Bali, dengan 72 rumah sakit pemerintah maupun swasta serta 120 puskesmas di Bali yang melakukan penanganan COVID-19.

Menuruthya, IDI Bali menyadari bahwa yang menjadi masalah saat ini adalah tempat isolasi terpusat yang hampir penuh dan terbatas, begitu juga ruang ICU di rumah sakit. Ia menjelaskan, dalam situasi saat ini, tempat isolasi, ruang ICU dan oksigen juga terbatas ketersediaanya.

Menurutnya, jumlah alat kesehatan (Alkes) yang ada dengan kebutuhan memang tidak seimbang, sehingga akhirnya beberapa rekan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten/Kota dengan Satgas setempat memesan hingga di luar wilayah Bali. “Selain persentase tracingrendah, kendala lainnya terjadi di masyarakat yang takut dibawa ke tempat isolasi karena tempatnya jauh,” jelasnya.

“Jadi saya sampaikan bagaimana agar isolasi dalam ruang lingkung banjar atau desa. Kemudian mereka (masyarakat) juga dibantu kebutuhan hariannya," sambungnya.

Menurut dia, dengan menyediakan tempat isolasi dalam ruang lingkup banjar atau desa bisa membantu agar tidak lagi terjadi penolakan untuk isolasi bagi individu yang bergejala. Sehingga tidak lagi terpusat di lingkup kabupaten/kota hingga lintas wilayah.

Selain itu, data capaian vaksinasi terbaru untuk tahap I ada 3.078.858 orang dengan capaian 102,76 persen dan vaksinasi tahap II tercapai 973.329 orang dengan capaian 32,49 persen. Dari pelaksanaan vaksinasi ini baik tahap pertama maupun kedua tidak ada ditemukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang berat. Sebelum dan sesudah divaksin Covid-19, peserta vaksin telah melalui pengecekan kesehatan dan juga masa observasi. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load