Bali Tingkatkan "Tracing", Sehari 8.000-10.000 Orang

Sabtu , 31 Juli 2021 | 07:06
Bali Tingkatkan
Sumber Foto: CNN Indonesia.
Ilustrasi.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali meningkatkan target pelacakan dan pengujian terhadap orang yang pernah kontak erat dengan penderita COVID-19 di Pulau Dewata, sebanyak 8.000 hingga 10.000 orang per hari.

Program ini dikoordinasikan Pangdam IX/Udayana, Mayjend TNI Maruli Simanjuntak, dan bersinergi dengan Polda Bali, Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi bidang kesehatan, rumah sakit pemerintah dan swasta, serta relawan.

“Untuk mempercepat upaya penanganan COVID-19, maka sesuai arahan Menko Maritim dan Investasi (Luhut Binsar Pandjaitan) dilaksanakan peningkatan target tracing (pelacakan) dan testing (pengetesan), minimum delapan (8) orang kontak erat untuk setiap satu kasus baru COVID-19," kata Gubernur Provinsi Bali, I Wayan Koster di Denpasar, dilansir dari Antara, Jumat (30/7/2021). 

Ia menambahkan, target pelacakan 8.000-10.000 orang per hari ini dinamis sesuai dengan kasus baru Covid-19 yang muncul dalam satu hari. “Dengan ditingkatkannya target jumlah 'tracing' dan dilanjutkan dengan testing (tes cepat antigen dan tes usap PCR), maka secara langsung akan diikuti dengan meningkatnya jumlah kasus baru COVID-19,” jelasnya.

“Tindakan ini (tracing) merupakan upaya yang terbaik guna mencegah laju meningkatnya penularan (Covid-19) di tengah masyarakat," sambungnya. Ia mengimbau, warga masyarakat Bali agar bersedia dan aktif menjalani pelacakan dan pengetesan ketika bersentuhan dengan orang yang terkena COVID-19.

“Saya meminta seluruh komponen masyarakat secara bersama-sama mengembangkan kesabaran dan kesadaran kolektif, bahwa ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama dengan semangat gotong royong agar pandemi COVID-19,dapat ditangani dengan sebaik-baiknya," tambahnya.

Ia mengucapkan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para tenaga kesehatan yang telah menunjukkan darma bakti dengan dedikasi dan pengabdian yang luar biasa melaksanakan tugas profesional di bidang kemanusiaan.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pangdam IX/Udayana, Polda Bali beserta jajaran, bupati/wali kota, camat, perbekel/lurah, bandesa adat, pemuka agama, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan lembaga swasta lainnya.

“Serta berbagai pihak yang telah berpartisipasi aktif bergotong royong dalam penanganan pandemi COVID-19 serta dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat," tegasnya. Sementara itu, munculnya kasus baru COVID-19 varian Delta di Bali hingga saat ini masih terus meningkat, bahkan sudah mencapai lebih dari 1.000 kasus baru per hari.

Hingga Jumat ini, tercatat penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 1.365 orang dan 37 orang yang meninggal dunia. Sedangkan pasien yang dalam perawatan atau kasus aktif Covid-19 sebanyak 12.072 orang. Menurutnya, berdasarkan penelusuran, orang yang terkena COVID-19 di Bali sebanyak 40 persen sudah divaksin dan sebagian besar yaitu sebanyak 60 persen belum divaksin.

Pasien COVID-19 yang meninggal dunia sebanyak 7 persen sudah divaksin dan sebagian besar yaitu sebanyak 91 persen belum divaksin. “Ini menjadi bukti bahwa vaksinasi sangat efektif mengurangi risiko penularan dan kematian bagi pasien," ucapnya. Data menunjukkan, pasien yang meninggal itu sebanyak 63 persen disebabkan karena penyakit bawaan (komorbid).

Sedangkan sebanyak 37 persen lainnya bukan karena penyakit bawaan (bukan komorbid). (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load