Masih Pilih-pilih Vaksin? Ini Pesan Peneliti AstraZeneca, Indra Rudiansyah

Jumat , 30 Juli 2021 | 11:25
Masih Pilih-pilih Vaksin? Ini Pesan Peneliti AstraZeneca, Indra Rudiansyah
Sumber Foto: Anadolu Agency.
Ilustrasi.

JAKARTA - Perbedaan efikasi dan derajat efek samping vaksin COVID-19 ditambah kemunculan varian Delta B1617.2 yang disebut lebih mudah menular memunculkan sejumlah pertanyaan terkait efektivitas vaksin COVID-19 yang ada. Melihat setiap vaksin memiliki tingkat efikasi berbeda, tak sedikit bertanya, vaksin mana yang paling ampuh melawan varian baru, seperti varian Delta?

Peneliti vaksin AstraZeneca asal RI yakni mahasiswa doktoral Clinical Medicine di Universitas Oxford, Indra Rudiansyah menjawab pertanyaan tersebut. Ia menegaskan, vaksin COVID-19 terbaik pada dasarnya adalah vaksin yang tersedia.

Indra menjelaskan, vaksinasi adalah cara selain terinfeksi untuk membentuk kekebalan. Memang, infeksi atau penularan adalah cara alami untuk membentuk kekebalan, namun cara ini memiliki risiko kematian yang tinggi. Untuk menghindari risiko tersebut, satu-satunya cara adalah vaksinasi.

"Melalui virus natural kita biarkan saja terinfeksi virus SARS-COV-2, kemudian kita sakit, sembuh kemudian memiliki kekebalan. Atau melalui vaksinasi," ujar Indra dalam bincang media secara virtual, Kamis (29/7/2021).

"(Dengan vaksinasi) ketika virus bertransmisi menyebar ke semua orang itu sudah mempunyai kekebalan sehingga virus itu tidak memiliki inangnya lagi dan pada akhirnya, virus itu hilang dari permukaan bumi atau tidak aktif untuk waktu yang lama sehingga masyarakat memiliki kekebalan secara kelompok," lanjutnya.

 

Ia membenarkan, laporan efek samping vaksin AstraZeneca memang banyak, bahkan mungkin tak sebanyak vaksin COVID-19 lainnya. Namun menurutnya, laporan-laporan tersebut adalah normal. Dengan begitu, ia menegaskan, masyarakat tak perlu pusing soal jenis vaksin mana yang diterima.

"Meskipun vaksin itu banyak jenisnya dan yang masuk Indonesia tidak hanya 1 vaksin, saya bisa bilang bahwa semua vaksin yang sudah dilisensi ini aman dan sangat efektif. Jadi mau vaksin mana pun, kita terima tetap vaksin tersebut efektif dan aman," pungkas Indra. (E-4)



Sumber Berita: Detik Health.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load