Isolasi Terpusat OTG, Masih Membandel Dijemput Paksa

Senin , 26 Juli 2021 | 09:06
Isolasi Terpusat OTG, Masih Membandel Dijemput Paksa
Sumber Foto: CNN Indonesia.
Ilustrasi.

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli, Provinsi Bali, menyiapkan dua tempat untuk melakukan isolasi terpusat (isoter) bagi warga yang terpapar virus Corona, di RSJP Bali yang memiliki kapasitas 200 orang dan SKB Kayuambua dengan kapasitas 50 orang.

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, usai melakukan peninjauan lokasi yang akan dijadikan tempat isolasi terpusat, Minggu (25/7/2021), menyebutkan, setelah melaksanakan video conference dengan Menko Maritim, pihaknya telah membuat Surat Edaran (SE) berkaitan dengan pelaksanaan isolasi terpusat (isoter), yang langsung disosialisasikan ke masyarakat melalui Satgas Desa.

“Orang tanpa gejala (OTG) maupun warga yang terpapar corona tanpa gejala wajib jalani isolasi terpusat. Kalau mereka membandel, telah disiapkan tim penjemputan paksa,” tegasnya saat ditemui RRI.co.id di Bangli, Minggu (25/7/2021).

Dirinya mengingatkan, untuk makan dan minum serta kebutuhan obat atau vitamin bagi warga yang menjalani isoter ini, semua ditanggung pemerintah. Sedana Arta menambahkan, yang wajib menjalani isolasi terpusat adalah sesuai data yang dirilis per Sabtu (24/7/2021) kemarin.

"Jadi mereka yang terpapar sesuai rilis kemarin, siang ini sekitar jam 12.00 sudah ada masuk ke lokasi isolasi terpusat. Sebelumnya mereka masih bisa jalani isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan yang ketat. Kalau mereka membandel, akan dijemput paksa oleh petugas yakni TNI dan Polri dan instansi terkait,” imbuhnya.

Menyinggung konsumsi bagi warga yang menjalani isoter, bupati asal Desa Sulahan ini meyakinkan agar keluarga tidak perlu khawatir.

Pasalnya, Pemkab Bangli telah menyiapakan anggaran untuk kebutuhan tersebut yang diambilkan dari Bantuan Tidak Terduga (BTT) di APBD Tahun 2021.  “Kebutuhan makan dan minum serta lainnya kita telah siapkan anggaran dari BTT,” ucap dia. Ia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan evaluasi untuk tiga hari ke depan.

Apabila dua tempat yang disediakan penuh, akan dicarikan tempat lain yang masih sebagai aset pemerintah. “Kita menghindari menggunakan hotel, karena dari pusat kita diminta mencari tempat isoter berupa aset milik pemerintah. Bisa saja nanti kita gunakan sekolah dan asrama yang ada di Bangli,” katanya.

Sedana Arta lanjut mengutarakan, untuk pengawasan di lokasi isoter, dilakukan secara gotong royong oleh OPD di Bangli dengan Dinkes sebagai leading sector, untuk membantu personel Polri dan TNI. Sementara itu, Kapolres Bangli, AKBP Gusti Agung Dhana Aryawan, menyatakan, siap mendukung upaya pemerintah menekan penyebaran virus Corona dengan melakukan isolasi terpusat.

Pasalnya, sesuai vicon dengan Gubernur Bali kemarin, telah diputuskan bahwa wajib bagi warga terpapar Covid-19 untuk jalani isolasi terpusat. “Isolasi mandiri sudah tidak ada lagi, jadi warga wajib jalani isolasi terpusat,” tegasnya.

Kata dia, sesuai dengan analisa dan evaluasi (anev), isolasi mandiri diduga justru mempercepat penyebaran virus Corona, yang mengakibatkan naiknya kasus aktif di Bali. "Jadi mungkin salah satu penyebabnya adalah isolasi mandiri ini. Isolasi mandiri tidak mampu diawasi oleh Satgas Gotong Royong karena lokasi menyebar. Memang upaya Satgas telah maksimal, namun apa daya lekasi menyebar sehingga pengawasannya kurang maksimal,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut ditegaskan, pihaknya bakal membantu pemerintah dalam pelaksanaan isolasi terpusat ini. Jika ada warga yang diharuskan jalani isolasi terpusat membandel dengan berbagai alasan, tentu pihaknya bersama TNI dan tim lainnya akan melakukan upaya paksa.

“Kalau ada yang membandel tidak mau jalani isolasi terpusat ini, kita akan lakukan upaya paksa,” pungkasnya. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load