Polda Papua Selidiki Kelangkaan Masker KN95

Kamis , 22 Juli 2021 | 17:27
Polda Papua Selidiki Kelangkaan Masker KN95
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.

JAKARTA - Polda Papua melakukan penyelidikan terhadap kelangkaan masker KN95 yang belakangan ini semakin susah didapatkan di wilayah Papua. Pihak kepolisian melihat ada dugaan tindak pidana penimbunan dan permainan harga masker KN95 yang membuat kelangkaan ini semakin terjadi.

Kapolda Papua Irjen Polisi Mathius D Fakhiri menduga ada mafia dalam perkara alat kesehatan (alkes) tersebut yang melakukan penimbunan masker KN95 agar bisa dijual kembali dengan harga tinggi ke masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Sejumlah personel sudah ditugaskan untuk melakukan operasi ke lapangan guna mencari dan menangkap mafia alkes tersebut. 

"Saya perintahkan Dir Krimsus Polda Papua untuk melakukan operasi pasar dan menemukan mafia penimbun alkes itu," tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Selain itu, Mathius juga mengaku telah membentuk tim khusus yang ditugaskan antar-jemput tabung oksigen dari tempat pengisian tabung oksigen ke sejumlah Rumah Sakit (RS) di wilayah Papua.  Menurutnya, kebutuhan tabung oksigen per hari di wilayah Papua mencapai 300 tabung untuk pasien terpapar virus Corona di Papua.

"Nantinya akan ada dua Brimob dan Sabhara yang melakukan antar-jemput oksigen itu," katanya. Sebelumya, Kapolda Papua, Irjen Mathius D. Fakhiri juga telah menurunkan personel untuk menjaga tempat distributor tabung oksigen, dalam rangka pencegahan terjadinya tindak pidana penimbunan dan kenaikan harga tabung oksigen.

Penempatan personel dilakukan setelah melakukan tinjauan ke distributor tabung oksigen dan distributor oksigen yang ditempatkan personel adalah CV Huyele dan PT Indo Gas Papua.

"Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan demi keuntungan pribadi, menghindari adanya kasus pemalangan, serta untuk memudahkan dalam hal kordinasi," katanya melalui keterangan resmi, Rabu (21/7/2021).

Dibeberkan Mathius, pihaknya juga menyediakan kendaraan guna memudahkan pendistribusian tabung oksigen ke rumah sakit. Kemudian, bantuan pemberian 15 tabung oksigen juga diberikan kepada Rumah Sakit Provita.

"Kami telah menyediakan mobil angkutan khusus untuk mengangkut tabung oksigen yang sudah kosong untuk direfil," tuturnya. Sebelumnya, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto meminta, agar jajarannya melakukan pengecekan setiap harinya terkait dengan distribusi dan ketersediaan obat-obatan maupun oksigen.

Agus menekankan pengecekan kesediaan obat-obatan dan oksigen dengan minimal tiga hari atau lebih baik satu minggu kedepan cadangan atau stoknya tersedia untuk masyarakat. Sebab itu, diperlukan adanya meningkatkan koordinasi antar-daerah untuk kesediaan hal tersebut.

"Kapolri mengingatkan bahwa Polri siap membantu pelaksanaan distribusi bantuan sosial kepada setiap daerah yang paling terdampak," kata Agus. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load