Empat RSUD Penuh Pasien Covid-19, Bupati Bogor Pantau Warga Isoman

Selasa , 13 Juli 2021 | 19:08
Empat RSUD Penuh Pasien Covid-19, Bupati Bogor Pantau Warga Isoman
Sumber Foto: Istimewa.
Ilustrasi.

JAKARTA - Kasus Covid-19 yang terus melonjak membuat tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) di Kabupaten Bogor hampir mencapai 100 persen. Di RSUD Cibinong, misalnya, saat ini alokasi tempat tidur untuk pasien Covid-19 mencapai 70 persen dari keseluruhan tempat tidur yang tersedia.

"Kita alokasikan 410 tempat tidur bagi pasien Covid-19. Angka ini mencapai 70 persen dari total 580 tempat tidur yang tersedia," kata Direktur Utama RSUD Cibinong, Wahyu Eko Widiharso, Selasa (13/7/2021). Saat ini tempat tidur untuk pasien Covid-19 di RSUD Cibinong sudah penuh.

"Tempat tidur pasien Covid-19 kita sudah terisi penuh. Kita berencana menambah 40 tempat tidur lagi," ungkapnya. Kondisi serupa terjadi di 3 RSUD lainnya di wilayah Kabupaten Bogor yaitu RSUD Ciawi, RSUD Cileungsi dan RSUD Leuwiliang. Tingginya BOR di Kabupaten Bogor membuat sebagian besar pasien memilih melakukan isolasi mandiri.

Untuk memantau kondisi pasien Covid-19 yang menjalani isoman, Bupati Bogor Ade Yasin menggerakkan tim Bogor Gerak Cepat (Gercep). “Melalui program Bogor Gercep, kami siap membantu warga yang terpapar Covid dan sedang melakukan isoman di rumahnya masing-masing, serta warga yang terdampak pandemi Covid lainnya," kata Ade.

Tak hanya itu Ade juga mengoptimalkan pelayanan dengan menyediakan call center layanan kegawatdaruratan di setiap desa. "Satgas covid di tingkat desa pun saya instruksikan untuk aktif memonitor kondisi warganya terutama yang sedang melaksanakan isoman,” ujar Ade.

Sesuai arahan gubernur

Langkah ini sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Barat pada Rapat Koordinasi (Rakor) Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat pada Senin (12/7). Dalam Rakor tersebut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan total kasus Covid-19 di Jawa Barat saat ini sekitar 80.000 kasus.

Pasien yang dirawat kurang lebih hanya bisa 20.000 kasus, sisanya ada 60.000 menjalani isolasi mandiri di rumah. "Jadi mayoritas pasien Covid di Jawa Barat itu sedang isolasi mandiri (isoman). Kami minta perhatikan mereka yang sedang isoman," ungkap Ridwan.

Ia menambahkan kasus kematian pasien isoman di rumah ini  cukup tinggi. Oleh karena itu, Ridwan minta kepada Walikota dan Bupati agar lebih gesit untuk mengecek yang isoman, apakah membaik atau memburuk kondisinya. 

“Saya titip juga kepada Kapolda agar rutin mengecek kondisi warga yang isoman sebagai patroli rutin agar kondisi kesehatan yang seharusnya membaik tidak jadi memburuk," ungkapnya. Dia berharap aparat negara dari kabupaten hingga RT/RW turun aktif memantau pasien isolasi mandiri ini.

"Saya harap bupati dan walikota lebih proaktif, karena hampir mayoritas 70% masyarakat yang positif Covid itu dirawatnya bukan di rumah sakit melainkan isoman di rumah,” tandas Ridwan Kamil. (E-4)



Sumber Berita: Tribunnews.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load