Isolasi Mandiri di Hotel Bisa Daftar dari Rumah Sakit

Jumat , 25 Juni 2021 | 09:33
Isolasi Mandiri di Hotel Bisa Daftar dari Rumah Sakit
Sumber Foto: CBC.ca.
Ilustrasi.

JAKARTA - Angka kasus Corona di Jakarta semakin meningkat. Berbagai tempat isolasi mandiri disediakan mulai dari rusun hingga hotel. Di masa pandemi hotel tak hanya menjadi tempat inap bagi wisatawan yang ingin singgah. Beberapa hotel di Jakarta memiliki fasilitas isolasi mandiri bagi penderita COVID-19.

Untuk mendapatkan layanan hotel isolasi mandiri pun kini difasilitasi oleh beberapa rumah sakit, salah satunya Rumah Sakit St. Carolus yang berada di Jalan Salemba Raya, Paseban, Kecamatan Senen, Kota, Jakarta Pusat. Dalam 14 hari, pasien akan berada dalam pemantauan tim medis RS. St. Carolus.

Fasilitas Program isolasi mandiri dari Rumah Sakit St Carolus di antaranya:

1. Kamar hotel

2. Makan 3 kali sehari
3. PCR Swab Test
4. Visit dokter
5. Konsultasi virtual dokter spesialis
6. Obat standar
7. Multivitamin
8. Layanan Chat tim medis 24 jam dan free laundry dan Wi-Fi.

Per 18 Juni, untuk paket 14 hari biayanya adalah Rp 17 juta-an. Untuk saat ini, hotel yang tersedia yaitu Pop Hotel Kelapa Gading. Lokasinya berada di Jalan Boulevard Raya no. 13 Rt 13/18, Kelapa Gading Timur, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Hotel Pop Kelapa Gading memang kini melayani isolasi mandiri untuk pasien COVID-19.

Pengalaman Isolasi Mandiri di Hotel

Menurut pengalaman dari WNI yang positif Corona setelah kedatangan dari Mesir, fasilitas yang didapat di Hotel Pop Kelapa Gading yaitu makan tiga kali dan penggantian sprei selimut dan peralatan mandi setiap tiga hari sekali. Sedangkan untuk laundry tiap harinya pasien diperbolehkan maksimal 3 helai pakaian.

"Selama di karantina (karena saat itu bulan Ramadan) bagi yang tidak puasa mendapat 3x jatah makan dan yang puasa akan diantar satu jam sebelum sahur dan sebelum buka," kata Najib Aulia Rahman kepada detikcom.

Najib datang ke Indonesia pada 30 April 2021, lalu sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta semua penumpang diberi formulir yang isinya data diri, asal penerbangan dan pilihan untuk memilih karantina di Hotel atau Wisma.

"Saya sendiri memilih wisma, lalu sesampainya di wisma antrean memang sudah cukup panjang hampir 4 jam saya menunggu antrean dari pukul 1 pagi hingga 4 pagi. Sesampainya di wisma Pademangan saya langsung tes PCR lagi, lalu setelah menunggu 1x24 jam hasilnya keluar dan saya dinyatakan positif," kata Najib.

"Saat itu juga ketika dikabarkan positif petugas langsung meminta saya untuk mengemasi barang-barang dan pindah ke hotel yang sudah ditentukan pemerintah bagi yang positif terjangkit covid," tambahnya.

Mahasiswa Mesir ini dialihkan ke hotel Pop Kelapa Gading dan langsung didata ulang. Setelah lima hari berlalu dia melalui tes PCR kembali dan hasilnya negatif. Dia pun diperbolehkan pulang dua hari setelahnya. Sedangkan untuk pasien lain yang mendapat hasil positif diharuskan tetap berada di hotel dan akan dites kembali lima hari kemudian. (E-4)



Sumber Berita: Detik Health.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load