Amukan Corona RI Belum yang Terburuk

Rabu , 23 Juni 2021 | 10:21
Amukan Corona RI Belum yang Terburuk
Sumber Foto: Detik.com.
Ilustrasi.

JAKARTA - Lebih dari 5 hari, penambahan kasus baru COVID-19 melampaui 10 ribu kasus. Pakar epidemiologi Universitas Griffith Dicky Budiman menilai wabah Corona di Indonesia saat ini belum masuk fase terburuk.

Pasalnya, kemunculan varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India akan menambah bebas fasilitas kesehatan setelah puncak kasus COVID-19 nantinya berlangsung. Puncak kasus Corona disebut Dicky terjadi di akhir Juni, dengan lonjakan COVID-19 yang lebih tinggi.

Ia menggambarkan, prediksi fase kritis akan dialami setelah puncak tersebut, setidaknya hingga akhir Juli. Terlebih banyak kasus COVID-19 yang selama ini tidak bisa terdeteksi.

"Kita menuju puncak sampai akhir Juni ya dan ini sekali lagi belum situasi yang terburuk, varian Delta ini baru akan menuju dominasinya, dan ini potensi artinya lebih banyak kasus lonjakan termasuk lonjakan di fasilitas kesehatan akan lebih besar terutama pasca akhir Juni ini," kata Dicky saat dikonfirmasi Rabu (23/6/2021).

"Nah ini yang setidaknya dalam prediksi awal, sebenarnya sampai akhir Juli ini kita akan mengalami masa kritis ya, dan sekali lagi potensi jauh lebih besar dari itu jelas ada," tegasnya.

Dicky menyoroti angka positivity rate Corona di atas 40 persen menandakan penularan COVID-19 kini amat luar biasa tinggi. Jika pemerintah tak bisa menerapkan lockdown, Dicky meminta agar monitoring pengawasan WFH 75 persen dan kebijakan pengetatan PPKM mikro lainnya dipastikan berjalan.

"Karena lebih banyak kasus infeksi yang tidak terdeteksi di publik dan dengan positivity rate di atas 40 persen ini luar biasa loh tinggi banget," sambungnya.

"Walaupun misalnya pemerintah menganggap nggak bisa melakukan lockdown, yang penting skenario itu disiapkan saja tetap. Karena gini sekali lagi, kita belum menghadapi situasi terburuk, skenario terburuk, ketika jika itu sudah ada, disiapkan, lebih mudah nantinya," pungkasnya. (E-4)



Sumber Berita: Detik Health.

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load