Pak Kades di Purworejo dan Puluhan Warganya Kena Corona

Sabtu , 12 Juni 2021 | 11:43
Pak Kades di Purworejo dan Puluhan Warganya Kena Corona
Sumber Foto: Wikipedia.
Mikrograf elektron virus Corona.

JAKARTA - Sebanyak 79 warga Purworejo, Jawa Tengah, terpapar virus Corona atau COVID-19 dan tiga di antaranya meninggal dunia. Mereka terpapar Corona usai piknik atau wisata ke Dieng, Wonosobo.

Ke-79 orang itu merupakan warga Desa Brenggong, Kecamatan Purworejo. Kasus ini bermula saat 36 orang termasuk kades dan perangkatnya wisata ke Dieng, Wonosobo, pada Sabtu (29/5) lalu. Kemudian salah seorang peserta wisata mengeluhkan gejala mirip COVID-19 dan memeriksakan diri ke Puskesmas Cangkreplor.

"Kata Bu Dokter Puskesmas, ada yang periksa ke sana diperiksa hasilnya positif dilacak ditanya habis ikut kegiatan (wisata). Perkembangannya kemudian ada 11 orang yang positif," kata Camat Purworejo sekaligus Ketua Satgas Kecamatan, Sudaryono, saat ditemui detikcom di Balai Desa Brenggong, Kecamatan Purworejo, Kamis (10/6/2021).

Sudaryono menyebut pihaknya lalu melakukan tracing kontak warganya yang positif Corona. Dari tracing itu ditemukan total ada 79 warganya yang positif COVID-19.

"Yang diperiksa ada 113 orang, ditemukan positif 79 orang, dengan rincian empat orang dirawat yang lainnya isolasi mandiri dan yang masih menunggu hasil 30 orang. Yang meninggal tiga orang," jelasnya.

Sudaryono tak mau menyebut kasus Corona ini dengan klaster piknik. Sebab, warga desanya juga sempat menggelar hajatan dan takziah.

"Informasinya begitu jadi ada kegiatan piknik ke Dieng. Tapi kami tidak bisa mengambil kesimpulan klaster piknik ini nggak bisa, karena dirunut dari kegiatan sebelumnya ada hajatan, takziah juga," jelas dia.

Pelayanan Kantor Desa Brenggong Ditutup Sementara

Untuk mencegah penyebaran COVID-19, Kantor Desa Brenggong sementara ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. Warga pun diimbau untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

"Pelayanan kantor desa sendiri otomatis tutup karena sembilan perangkat dan Pak Kades juga positif, jadi nggak mungkin ngantor kan. Kemudian kami imbau siapapun agar tetap mematuhi prokes demi pencegahan COVID-19 khususnya dengan 5 M," pesan Sudaryono.

Pemkab Purworejo sempat akan melaksanakan isolasi terpusat di rumah sakit bagi warga yang terpapar virus Corona, namun warga menolak dan memilih melakukan isolasi mandiri. Untuk mencukupi kebutuhan warga sehari-hari selama isolasi mandiri, Pemkab Purworejo bersama stakeholder lain kemudian mendirikan dapur umum termasuk menyediakan kebutuhan pokok. (E-4)



Sumber Berita: Detik Health.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load