Kasus COVID-19 di Pati Mengkhawatirkan

Jumat , 11 Juni 2021 | 12:42
Kasus COVID-19 di Pati Mengkhawatirkan
Sumber Foto: AyoYogya.com.
Ilustrasi.

JAKARTA - Kasus Covid-19 di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus meningkat. Akibatnya, sejumlah rumah sakit mengalami over kapasitas hingga 150 persen. Kalangan DPRD Pati meminta jajaran pemkab lebih lebih tegas dalam menangani kasus Covid-19 agar tidak semakin melonjak. 

“Kejadian meninggal dunia sudah banyak. Seharusnya, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pati, begitu mendapat informasi yang bergejala wajib diisolasi di ruang perawatan. Yang OTG wajib isolasi terpusat. Sebab kalau dibiarkan maka situasi Pati akan lebih ngeri ketimbang kasus Kudus,” ucap Direktur LBH Advokasi Nasional, Maskuri Alfathy, dikutip, Jumat (11/6/2021).

Apa yang diharapkan LBH Advokasi Nasional tersebut, ternyata dikerjakan sejumlah perangkat Desa Sarirejo, yang melakukan evakuasi terhadap seorang warganya yang bergejala terkena Covid-19. Dengan dibantu petugas DKK Pati, seorang warga tersebut diboyong ke rumah sakit.

“Kami mencatat, hari Kamis ada 16 pemakaman dengan standar protokol Covid-19,” kata jubir DG Pati, Abdul Muhfidz. Sementara melihat kondisi seperti ini, Pemkab Pati, Jawa Tengah, mengeluarkan surat edaran yang berisi pembatasan kegiatan di masyarakat pada masa pandemi COVID-19. Salah satunya yang diatur yakni, pelaksanaan pernikahan.

Surat edaran itu diteken pada Senin 7 Juni 2021. Dalam surat edaran itu pelaksanaan resepsi pernikahan dan khitanan atau sejenisnya dilarang. Bagi warga Pati yang akan menikah hanya disarankan menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) dan pemberkatan di Gereja, yang hanya dihadiri oleh mempelai, orang tua dan saksi.

Dalam surat edaran tersebut juga dijelaskan apabila masih ada warga yang menggelar pesta pernikahan ataupun sejenisnya yang dapat menimbulkan kerumunan akan dibubarkan oleh Satgas Penanganan COVID-19. Keputusan ini diambil mengingat lonjakan kasus virus corona di Kabupaten Pati usai Hari Raya Idul Fitri 1442 yang semakin meningkat. (E-4)

 


Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load