COVID-19 Melonjak, BOR Tangsel Terisi 50 Persen

Rabu , 09 Juni 2021 | 07:38
COVID-19 Melonjak, BOR Tangsel Terisi 50 Persen
Sumber Foto: CNN Indonesia.
Ilustrasi.

JAKARTA - Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengakui terjadi peningkatan signifikan kasus terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 di awal Juni, atau pekan ketiga paska libur lebaran.

"Ini memang efek pascaliburan, jadi pasca liburan ini ada kenaikan kasus. Bahkan Menkes sendiri memperkirakan lonjakan kasus puncaknya di akhir Juni," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Alin Hendra lin, kepada rri.co.id, Selasa (8/6/2021).

Dengan adanya lonjakan kasus tersebut, sambung Alin, diikuti dengan tingkat keterisian tempat tidur yang mencapai 50 persen, dari total kapasitas tempat tidur yang disediakan.

"Rumah sakit pun BOR (bad ocupancy rate, red)-nya sekarang sudah di angka 50 persen lebih. Kemudian RLC juga naik 200 persen, karena tadinya hanya 30 pasien sekarang sudah di angka 104," bebernya.

Selain adanya libur Lebaran, Alin mengklaim, peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi yang menjalani perawatan di rumah sakit maupun Rumah Lawan Covid (RLC) terjadi akibat peningkatan testing yang dilakukan Dinkes kota Tangsel.

"Memang ada kenaikan kasus, selain efek dari satu liburan, kita juga terus melakukan testing sehingga kasus yang positif jadi terdeteksi," ungkap dia. Dari data Dinkes Tangsel, Alin menyebut kenaikan kasus positif Covid-19 di Tangsel mencapai 20 persen. Jika dibanding dengan data periode minggu sebelumnya.

"Kenaikannya kalau dilihat dari data yang per minggunya, dari minggu lalu ke minggu ini itu, kasus aktif terjadi peningkatan 20 persen dalam satu minggu. Kita evaluasinya per minggu, minggu lalu dibandingkan minggu kemarin sampai periode 6 Juni terjadi peningkatan kasus aktif 20 persen," jelas dia.

Kemudian untuk kasus kematian masih stagnan diangka 3,5 persen. Kasus kesembuhan turun di angka 0,3 persen dan keterisian tempat tidur juga naik. "Positifity rate kita lumayan sudah turun tadinya 5,3 jadi 5,0 persen. Mudah-mudahan minggu depan, kita bisa kejar sehingga bisa kurang dari 5 persen, karena standarnya itu memang kurang dari 5," jelas Alin.

Meski begitu, Alin mengaku telah mengantisipasi lonjakan kebutuhan tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di Tangsel, jika terjadi peningkatan kasus lebih tajam lagi. "Kita masih tetap menyiapkan tempat tidur yang ada, plus rumah sakit Serpong Utara untuk antisipasi juga. Kemudian untuk RLC pun nanti bila terjadi lonjakan di zona dua itu, akan kita siapkan bisa operasional di zona satu," jelasnya. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load