Tim Peneliti RI Ungkap Efektivitas Vaksin Sinovac di Dunia Nyata

Kamis , 13 Mei 2021 | 10:26
Tim Peneliti RI Ungkap Efektivitas Vaksin Sinovac di Dunia Nyata
Sumber Foto: Vox.
Vaksin Sinovac.

JAKARTA - Baru-baru ini Kementerian Kesehatan RI mengungkap efektivitas vaksin Corona Sinovac yang dianalisis pada 120 ribu tenaga kesehatan pasca divaksinasi. Selain diklaim efektif mencegah penularan, Kemenkes menyebut vaksin Corona bisa menekan angka kematian COVID-19.

"Berdasarkan analisis yang kita lakukan, kita menemukan dosis lengkap bisa menurunkan atau mengurangi risiko 94 persen COVID bergejala pada individu yang menerima vaksinasi penuh atau 2 dosis," ungkap ketua tim peneliti, Panji Dhewantara dalam konferensi pers virtual, Rabu (12/5/2021).

Data tersebut diolah berdasarkan data yang diperoleh dari Kemenkes. Berikut hasil penelitian awal soal efektivitas vaksin Corona Sinovac, disampaikan pada Rabu (12/5/2021):

  • Efektif mencegah COVID-19 pada hari ke-28 hingga ke-63: 94 persen
  • Efektif mencegah perawatan di RS akibat COVID-19 hingga hari ke-28: 96 persen
  • Efektif mencegah kematian karena COVID-19 pada hari ke-28 hingga ke-63: 98 persen

"Dibandingkan individu yang baru menerima dosis pertama, bahwa risiko terkena atau terinfeksi bergejala jauh lebih besar. Vaksin Sinovac hanya berhasil menurunkan 13 persen risiko COVID-19 bergejala kepada kelompok dan individu yang hanya mendapatkan dosis pertama," jelasnya.

Seperti diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui vaksin Corona Sinovac sebagai vaksin COVID-19 pertama yang digunakan di RI. Sempat memicu keraguan publik, lantaran vaksin hanya memiliki efikasi 65 persen berdasarkan hasil uji klinis.

Namun, juru bicara vaksinasi COVID-19 meyakini angka tersebut terbukti memberikan proteksi cukup tinggi hingga di atas 90 persen. Maka dari itu, ia mengajak publik untuk tidak ragu lagi segera divaksinasi Corona.

"Kita bisa melihat bahwa di awal BPOM sudah mengeluarkan efikasi vaksin Sinovac 65 persen. Artinya, risiko untuk tertular atau sakit hanya tinggal 40 persen lagi. Tapi dalam kajian cepat risiko itu bahkan bisa memberikan efek proteksi sampai dengan 95 persen," ujar juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi turut hadir dalam konferensi pers. (E-4)



Sumber Berita: Detik Health.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load