Terima 11 Juta Vaksin, Kemenlu: Upaya Kolektif

Selasa , 09 Maret 2021 | 13:39
Terima 11 Juta Vaksin, Kemenlu: Upaya Kolektif
Sumber Foto: AFP/Justin Tallis.
Vaksin AstraZeneca.

JAKARTA - Indonesia dijadwalkan menerima 11.704.800 dosis vaksin, melalui kerja sama multilateral antara Indonesia dengan aliansi global untuk vaksin dan imunisasi (gavi) Covax Facility hingga Mei 2021. 

"Memang jalur multilateral itu lebih sebagai upaya kolektif negara-negara dunia untuk memastikan negara-negara berkembang yang secara umum memiliki kesulitan untuk memperoleh vaksin dapat mendapatkan akses vaksin," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, melalui wawancara Pro3, Selasa (9/3/2021). 

Teuku mengatakan, Indonesia memaklumi bahwa sebagai negara berkembang tidak memiliki kecukupan modal untuk membeli vaksin.  "Maka dari itu 92 negara berkembang, melalui kemenlu melakukan negosiasi dengan negara maju lainnya untuk mengelola distirbusi vaksin secara merata ke negara berkembang, tentunya dengan melihat rasio jumlah penduduk dan lainnya menjadi faktor yang diperhatikan," jelas Teuku.   

Teuku menyebutkan, dalam konteks ini Indonesia mendapatkan jumlah vaksin tersebut dengan kurun waktu di tahun 2021 ini.  "Dengan jumlah yang tertera diharapkan bisa membuat negara kita dalam segi pertahanan dan ini kita mengedepankan kesetaraan," jelasnya. 

Dalam hal ini Teuku menurutkan memiliki kendala dalam hal supply dan jumlah vaksin itu sendiri. "Kendalanya suplay dan jumlah, karena terkadang angka dan waktu pengiriman yang bersifat fleksibel," tuturnya. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load