Catat, Ini 4 Jenis Ruam Kulit Ini Bisa Jadi Gejala COVID-19

Sabtu , 06 Maret 2021 | 10:55
Catat, Ini 4 Jenis Ruam Kulit Ini Bisa Jadi Gejala COVID-19
Sumber Foto: The Conversation.
Gejala COVID Toe.

JAKARTA -  Saat seseorang terinfeksi virus corona, berbagai gejala mulai muncul seperti demam, batuk, hingga kehilangan kemampuan indra penciuman dan perasa.

Selain ketiga gejala umum tersebut, ruam pada kulit juga bisa muncul saat terinfeksi COVID-19. Meski gejala ini masih jarang dialami, tetapi harus tetap diwaspadai.

Dikutip dari Daily Star, sebuah studi baru menunjukkan bahwa sebanyak 17 persen pasien COVID-19 mengalami beberapa gejala termasuk ruam ini. Sedangkan sebanyak 21 persen pasien lainnya mengaku hanya mengalami ruam kulit sebagai satu-satunya gejala yang muncul setelah terinfeksi Corona. Berikut empat jenis ruam kulit yang bisa terjadi saat seseorang terinfeksi COVID-19.

1. Lesi kulit seperti chilblain

Ruam kulit ini biasanya terjadi pada jari dan telapak kaki yang biasa disebut dengan COVID-19 toes. Pada 1-2 minggu pertama COVID-19 toes ini muncul, lesi akan berubah warna dan pembengkakannya berkurang hingga sembuh tanpa pengobatan. Gejala ini umumnya dialami kelompok remaja dan dewasa muda.

Berdasarkan sebuah penelitian, lesi kulit ini disebabkan oleh sel darah yang rusak akibat respon sistem kekebalan tubuh terhadap virus, atau beberapa gumpalan darah di jari kaki.

2. Ruam makulopapular

Jenis ruam ini memicu perubahan warna pada area kulit. Berdasarkan penelitian di Spanyol terhadap 375 pasien COVID-19, sebanyak 47 persen di antaranya mengalami ruam jenis ini. Ruam jenis ini dikaitkan dengan gejala COVID-19 yang lebih parah, dan lebih sering dialami para pasien yang berusia lanjut. Gejala ini biasanya berlangsung selama 18 hari dan muncul 20-36 hari pasca infeksi terjadi.

Sama seperti Chilblain, ruam makulopapular ini dipicu oleh sistem kekebalan tubuh yang berjuang melawan infeksi. Biasanya, fase hiper inflamasinya dimulai 7-10 hari setelah infeksi.

3. Gatal-gatal

Biduran adalah kondisi kulit yang menonjol karena iritasi dan biasanya terasa gatal. Jika kondisi ini berkaitan dengan COVID-19, rasa gatalnya muncul bersamaan dengan gejala khas Corona lainnya agar lebih mudah diidentifikasi.

Biduran ini muncul setelah infeksi, karena menyebabkan kerusakan sel yang memicu pelepasan histamin melalui sistem kekebalan. Masalah kulit ini umumnya dialami pasien paruh baya dan berhubungan dengan penyakit yang lebih parah.

4. Lesi vesikuler

Secara visual, jenis ruam ini mirip dengan cacar air. Lesi vesikuler ini adalah kantung berisi cairan bening yang terbentuk di bawah kulit dan kurang umum dialami pasien COVID-19. Penelitian di Spanyol menunjukkan pasien COVID-19 yang mengalami gejala ini hanya sebesar 9 persen. Ruam kulit jenis ini lebih sering muncul pada pasien dengan kasus ringan, yang muncul satu hari setelah infeksi terjadi.

Ruam kulit ini disebabkan oleh periode peradangan yang lama, dengan antibodi yang menyerang kulit dan merusak lapisannya, hingga menyebabkan munculnya ruam kantong yang berisi cairan ini. (E-4)

 


Sumber Berita: Detik Health.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load