Tidak Benar B117 Dapat Menyebabkan Kematian Tinggi

Jumat , 05 Maret 2021 | 10:14
Tidak Benar B117 Dapat Menyebabkan Kematian Tinggi
Sumber Foto: Lehigh Valley Health Network.
Ilustrasi.

JAKARTA - Profesor Zubairi Djoerban, Ketua Satgas Covid-19 dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyatakan jika tidak benar angka kematian akan lebih banyak dalam kasus mutasi virus corona B117. Namun, katanya, jumlah kasus harian di Indonesia dapat bertambah lagi dan Rumah Sakit akan terkena imbasnya.

"Jika varian ini dominan. Tapi tidak benar akan menyebabkan kematian yang lebih banyak," katanya seperti dikutip dari akun Twitter resminya @ProfesorZubairi, Kamis (4/3/2021). Menurutnya, mutan baru ini menyebabkan shedding virus terjadi lebih intens. Artinya, produksi jumlah virusnya jauh lebih banyak di saluran napas.

"Jadi, istilah buat B.1.1.7 itu sebagai super spreader tidak tepat. Lebih tepat super shedder, karena virus itu bisa lebih menularkan ke banyak orang," imbuhnya. Zubairi menyebut jika banyak orang yang mengira dengan turunnya kasus covid-19, maka pandemi hampir berakhir. Ia menilai dugaan tersebut tentu belum tepat.

"Banyak yang mengira dengan turunnya kasus, pandemi hampir berakhir. Belum. Jenis korona lama memang berkurang. Tapi strain B.1.1.7 bertambah dan telah ditemukan di Indonesia," ungkapnya. Selain itu, ia juga menyatakan jika virus ini masih bisa terdeteksi di swab test PCR. "Tetap bisa. Tapi kalau tes-tes Covid-19 yang belum ada bukti ilmiahnya, ya saya tidak tahu," pungkasnya. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load