Walikota Cilegon: Bebas COVID-19 dalam 100 Hari

Kamis , 04 Maret 2021 | 10:36
Walikota Cilegon: Bebas COVID-19 dalam 100 Hari
Sumber Foto: RRI.co.id.
Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian.

JAKARTA - Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon akan konsentrasi melakukan pencegahan wabah Covid-19, sejalan dengan instruksi Gubernur Banten, Wahidin Halim. Pemkot juga telah membentuk tim kecil yang meliputi unsur dari Polri, TNI, Dinkes dan IDI.

"Tadi kita juga, yah artinya kita semua punya kesamaan. Bahwa ini rumah kita dari berbagai unsur semuanya. Jadi, dalam waktu 100 hari kerja kita akan hijaukan Kota Cilegon," ucap Helldy usai melakukan rapat evaluasi penanggulangan Covid-19 di ruang rapat Wali Kota Cilegon, seperti diikuti rri.co.id, Rabu (3/3/2021).

Guna mendukung target '100 Hari Cilegon Bebas Covid-19', pihaknya juga turut menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cilegon. Akan konsen dengan Covid-19, karena itu merupakan salah satu instruksi pak Gubernur (Wahidin Halim-Red) nomor 4 PPKM, jadi melibatkan yang namanya IDI dan Perawat," ujar Helldy.

Helldy sesumbar, dengan terbentuknya Tim Kecil dan sinergi banyak pihak berkompeten, 100 hari kerja dapat mengubah Kota Cilegon dari Zona Orange menjadi Zona hijau atau bebas dari wabah Covid-19. 

"Yang namanya Tim Kecil ini dibentuk, nanti dua hari ke depan mereka (Tim Kecil) akan melakukan pemaparan. Kita juga akan bentuk strukturnya," terangnya menambahkan. Sementara, ketua IDI Kota Cilegon, dr. Lendy Delyanto, mengutarakan, terkait dengan pencegahan wabah Covid-19 di Cilegon, pihaknya akan menggandeng semua organisasi profesi kesehatan yang ada di Cilegon.

Seperti Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), serta beberapa organisasi profesi kesehatan lainnya. "Kami (IDI Cilegon) juga akan merekomendasikan dengan organisasi profesi yang lain, seperti PPNI dan IBI. Serta beberapa organisasi profesi kesehatan lainnya di Cilegon," kata Lendy.

Menurutnya, apabila organisasi profesi kesehatan dilibatkan, upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19 dengan gerakan 5 M, yakni Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Menggunakan Masker, Menjauhi Kerumunan dan Membatasi Mobilisasi, serta Interkasi dengan orang lain, dapat dilakukan hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan.

"Tapi ini lima M-nya belum maksimal dilakukan. Jadi IDI bersama-sama turun kepada masyarakat untuk mengedukasi 5 M itu hingga ke tingkat pengurus RW," tandasnya. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load