Pengalaman Efek Samping "KIPI" Vaksin COVID-19, Begini Rasanya

Sabtu , 27 Februari 2021 | 11:33
Pengalaman Efek Samping
Sumber Foto: Freeport Journal-Standard.
Ilustrasi.

JAKARTA - Vaksinasi COVID-19 merupakan salah satu solusi untuk mengakhiri pandemi. Berbeda dengan vaksin lain, vaksin COVID-19 tergolong baru sehingga banyak yang merasa takut sebelum disuntik. Termasuk bagi saya, yang merasa cukup khawatir sebelum disuntik vaksin COVID-19. Saya termasuk salah satu dari sekitar 5.500 awak media yang mendapat prioritas vaksinasi COVID-19 tahap kedua.

Sebelum datang ke tempat vaksinasi, saya sudah melakukan beberapa hal yang disarankan seperti tidur yang cukup dan sarapan. Namun entah kenapa, bayang-bayang rasa cemas begitu menghantui. 

Rasa gugup sebelum divaksin sebenarnya wajar, terlepas dari data uji klinis yang sudah memastikan vaksin ini aman. Salah seorang petugas di area vaksinasi Basket Hall Gelora Bung Karno (GBK), tempat saya disuntik, sempat mengingatkan untuk rileks agar tidak mempengaruhi hasil screening.

"Santai aja, positif thinking. Nggak usah mikir macem-macem. Sebelum suntik, tarik napas dulu biar rileks. Kalau nervous nanti tensinya tinggi lho," katanya, Sabtu (26/2/2021).

Menurutnya memang banyak penerima vaksin COVID-19 yang khawatir karena mendapat informasi yang keliru soal vaksinasi. Terlebih terkait efek samping dan kejadian ikutan pasca vaksinasi (KIPI) yang beredar membuat masyarakat lebih takut. "Efek samping itu wajar, karena respons tubuh kita. Tapi sejauh ini kebanyakan sih tidak serius ya," lanjutnya. 

Rasanya kena KIPI

Akhrinya giliran saya untuk disuntik, tiba juga. Proses penyuntikan sebenarnya tak butuh waktu lama. Setelah disuntik, saya diarahkan untuk ke tempat observasi dan menunggu selama 30 menit untuk melihat apa ada keluhan yang timbul atau tidak. Tak lama usai vaksinasi, saya merasa ada sedikit nyeri di lengan tempat suntikan dan kepala terasa sangat berat disertai mual. Pikir saya, hal itu tak akan berlangsung lama dan akan hilang dalam beberapa menit ke depan.

Sayangnya efek yang saya rasakan tidak kunjung reda sampai akhirnya saya putuskan untuk melapor ke petugas. Saya pun dibawa ke ruangan lain untuk observasi lebih lanjut. Tim medis mengatakan saya kemungkinan mengalami efek samping usai vaksinasi. Sementara itu di luar sana, beredar broadcast viral yang menyebut puluhan wartawan 'terkapar' setelah vaksinasi COVID-19. Disebutkan, ada yang mengeluh pusing-kliyengan hingga mual, bahkan pingsan.

Saya tidak tahu persis bagaimana kondisi penerima vaksin yang lain, namun juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Faktanya, menurut dr Nadia, bukan puluhan melainkan ada 5 awak media yang harus menjalani observasi karena mengalami keluhan. Saya, salah satunya.

Beruntung, saya tidak harus berlama-lama menjalani perawatan. Setelah dinyatakan cukup sehat, saya diperbolehkan pulang. Tinggal tersisa keluhan pusing di kepala, mudah-mudahan cepat reda. 

Ketua Komnas KIPI, Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, SpA(K), melaporkan sejauh ini belum ditemukan efek samping serius terkait vaksinasi COVID-19. Beberapa keluhan yang dilaporkan masuk kategori ringan, seperti mual, susah bernapas, hingga nyeri di titik penyuntikan.

Mengalami efek samping usai menerima vaksin adalah hal yang normal. Tandanya, tubuh bekerja untuk membentuk kekebalan. Efek samping ini mungkin akan mengganggu aktivitas, tapi tak perlu khawatir karena biasanya akan hilang dalam beberapa jam, paling lama 1-2 hari. (E-4)



Sumber Berita: Detik Health.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load