Perubahan Pemberian Santunan Terkait Pasien COVID-19 Meninggal

Rabu , 24 Februari 2021 | 16:41
Perubahan Pemberian Santunan Terkait Pasien COVID-19 Meninggal
Sumber Foto: Istimewa.
Ilustrasi.

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos), menghentikan pemberian santunan bagi keluarga ahli waris pasien Covid-19, yang meninggal dunia. Hal tersebut, teruang dalam Surat Edaran Nomor 150/3.2/BS.01.02/02/2021 tentang Rekomendasi dan Usulan Santunan Ahli Waris Korban Meninggal Akibat Covid-19

"Pada tahun anggaran 2021 tidak tersedia alokasi anggaran santunan korban meninggal dunia akibat Covid-19 bagi ahli waris pada Kemensos RI, sehingga terkait dengan rekomendasi dan usulan yang disampaikan oleh Dinsos Provinsi/Kab/Kota sebelumnya tidak dapat ditindaklanjuti," tulis dari SE tersebut, dikutip Rabu (24/2/2021).

Surat yang dikeluarkan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PKSBS), Sunarti pada 18 Februari 2021 tersebut, meminta Kepala Dinas Sosial Provinsi dapat menyampaikan keputusan tersebut pada Kepala Dinas Sosial Kabupaten/Kota masing-masing. Selain itu, Dinas Sosial juga tidak memberikan rekomendasi dan/atau usulan pada Kementerian Sosial. 

bb6f866b1203ff94ab8d2a3cc4b99694

Sebelumnya Surat Edaran Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Nomor:427/3.2/BS.01.02/06/2020 tanggal 18 Juni 2020 yang ditandatangani Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial, Adi Wahyono menyebutkan, tentang santunan Rp15 juta bagi ahli waris yang anggota keluarganya meninggal dunia akibat Covid-19.

Surat edaran tersebut, merujuk keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tentang penetapan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona di Indonesia serta menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Sosial Nomor 01 Tahun 2020 tentang Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Kementerian Sosial.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19, turut angkat bicara terkait hal ini. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyatakan, pemerintah hati-hati saat menganggarkan seluruh program. "Pemerintah pastinya menganggarkan segala program nasional dengan teliti dan sesuai tingkat prioritas yang ada," kata Wiku, dilansir Republika. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load