Begini Proses Pendaftaran Vaksinisasi Lansia Tahap II

Selasa , 23 Februari 2021 | 16:01
Begini Proses Pendaftaran Vaksinisasi Lansia Tahap II
Sumber Foto: ANTARA.
Ilustrasi.

JAKARTA - Pemerintah telah memulai vaksinasi COVID-19 tahap II untuk petugas layanan publik dan masyarakat lanjut usia (lansia) pada Rabu (17/2/2021) lalu. 

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan jika vaksinasi tahap II akan dilaksanakan di sejumlah lokasi dengan sasaran target sebanyak 38 juta orang.

"Jadi memang untuk tahap II di pelayanan publik dan lansia ini sasarannya 38 juta dan sesuai ketersediaan vaksin yang ada kita sudah memulainya tetapi secara bertahap," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Dr. Siti Nadia Tarmizi, melalui wawancara Pro 3 RRI, Selasa (23/2/2021).

Nadia menjelaskan jika pada tahap awal ini pihaknya lebih memprioritaskan vaksinasi untuk lansia di seluruh provinsi DKI Jakarta dan di Ibukota provinsi. "Tujukan untuk lansia, jadi baru 33 kota Madya yang baru menjadi sasaran, dan proses pendaftaran untuk lansia sendiri ada dua cara," jelas Nadia.

Proses pendaftaran untuk lansia di Tahap II Vaksiniasi ini, diantaranya: 

1.  Melalui Fasyankes

Fasyankes ini sendiri artinya lansia tersebut dapat mendaftar ke beberapa provinsi DKI Jakarta dan nantinya mereka diminta melakukan pendaftaran langsung ke RS atau puskesmas sekitar. "Silakan mendaftar dan mengetahui pendaftarannya," kata Nadia.

2. Melalui Website Kemenkes

Selain itu, untuk yang berada di daerah bisa mendaftar melalui website Kemenkes.go.id,di website nantinya akan ada pengumuman bagi lansia untuk lokasi vaksinasi. "Dari sana data ini langsung dikirimkan ke dinas sosial provinsi yang tadi 33 provinsi dan nantinya akan dibuatkan penjadwalan di masing-masing provinsi," jelas Nadia. 

Sementara untuk petugas layanan publik, katanya, pendaftaran tidak dibuka secara terbuka. Nantinya pendaftaran hanya bisa melalui unit intansi, dan lembaga terkait. Sampai saat ini pun Nadia menuturkan, pihaknya masih terus menerus melakukan vaksinator dengan harapan sampai awal Maret nanti ada 81 ribu dan tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

"Jadi yang daerah yang terkena bencana, akan berjalan lebih lambat dari daerah lainnya tetapi kita tetap upayakan untuk tetap membrantas ini," jelasnya.

"Untuk sanksi, jadi sebenarnya sanksi itu upaya kita terakhir, artinya kita memberikan ruang kepada Pemerintah daerah atau kementerian atau lembaga terkait untuk memastikan sebenarnya  upaya pencapaian target vaksinisai ini agar tercapai," pungkasnya. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load