Sejumlah Daerah di Jambi Catat Penurunan Risiko Paparan COVID-19

Selasa , 23 Februari 2021 | 15:35
Sejumlah Daerah di Jambi Catat Penurunan Risiko Paparan COVID-19
Sumber Foto: Bisnis Sumatra.
Ilustrasi.

JAKARTA - Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi mencatat, sejumlah daerah di Provinsi Jambi mencatat penurunan tingkat paparan COVID-19 dari zona oranye (tingkat risiko sedang) menjadi zona kuning (rendah). Berdasarkan data paparan COVID-19 dari Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi, Selasa, keempat daerah itu adalah Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo, Kabupaten Bungo dan Kabupaten Kerinci.

Kecuali Kabupaten Sarolangun, ketiga daerah lainnya itu sebelumnya bertahan di zona oranye. Namun Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang sebelumnya zona kuning, saat ini menjadi zona oranye menyusul ada pertambahan kasus positif di daerah itu. Satgas COVID-10 Provinsi Jambi juga mencatat lima daerah lainnya masih berada dalam area zona oranye yakni, Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Merangin dan Kota Sungai Penuh.

Khusus Kota Sungai Penuh yang beberapa pekan lalu bertahan di zona merah, pekan ini turun menjadi zona orange atau zona paparan sedang. "Dalam beberapa hari ini ada penurunan pasien positif, sementara itu tingkat kesembuhan pasien yang terpapar juga terus meningkat. Kami berharap semuanya menuju ke kondisi lebih baik dan masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan," kata juru bicara Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi Johansyah.

Penambahan pasien positif COVID-19 di provinsi itu masih terus terjadi dalam sepekan terakhir di kisaran 10-30 kasus. Sementara itu jumlah pasien sembuh juga terus meningkat. Kondisi terakhir jumlah warga yang terpapar di provinsi "Sepucuk Jambi, sembilan lurah" tersebut sebanyak 5.239 kasus, 3.999 pasien diantaranya sudah sembuh, dan dalam proses penyembuhan saat ini 1.158 orang. Jumlah korban meninggal dunia dalam setahun terakhir 81 orang.

Jumlah paparan tertinggi di Kota Jambi sebanyak 1.700 kasus, Muaro Jambi 570 kasus, Tanjab Barat 502 kasus, Batanghari 107 kasus, Sungai Penuh 403 kasus, Sarolangun 184 kasus, Merangin 397 kasus, Kerinci 209 kasus, Bungo 391 kasus, Tebo 293 kasus dan Tanjab Timur 183 kasus. (E-4)



Sumber Berita: ANTARA.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load