Hati-hati, Apakah Anda Terkena "Long COVID"?

Minggu , 21 Februari 2021 | 17:05
Hati-hati, Apakah Anda Terkena
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.

JAKARTA -  Sejumlah pasien Corona yang sudah sembuh dilaporkan masih mengeluhkan gejala COVID-19. Kondisi ini dikenal juga sebagai long COVID. Dokter spesialis THT di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), dr Anton Sony Wibowo, SpTHT-KL, MSc, FICS, mengatakan bahwa dampak long COVID bisa menurunkan kualitas hidup pasien. 

"Dampak long COVID jelas mengurangi kualitas hidup seseorang dan tidak menutup kemungkinan akan muncul gejala berat pada kasus-kasus khusus," ujar dr Anton, dalam keterangan tertulis yang disampaikan Humas UGM kepada wartawan, Kamis (18/2/2021). 

Menurut dr Anton, istilah long COVID merupakan suatu kondisi pasien mengalami gejala COVID-19 jangka panjang. Umumnya ini dirasakan pasien pada beberapa bulan pasca infeksi atau saat masa pemulihan. "Long COVID adalah gejala COVID-19 yang menetap, dialami pasien setelah fase perbaikan kondisi lebih dari waktu yang diharapkan," jelasnya.

Dalam beberapa studi, kata Anton, gejala long COVID banyak dijumpai pada pasien berusia 18-34 tahun. Sekitar 20 persen di antaranya mengalami gejala yang bersifat menetap. "Laporan lain menurut Carfi dkk, disebutkan sebanyak 87,4 persen pasien yang telah mengalami perbaikan kondisi tetap mengalami gejala persisten selama 60 hari," ucap dr Anton.

Apa saja gejala long COVID yang paling awet dirasakan pasien? Menurut dr Anton, ada beberapa gejala long COVID yang paling umum dirasakan pasien. Di antaranya sebagai berikut.

  • Hilang indra penciuman (anosmia)
  • Kesulitan mengidentifikasi bau (parosmia)
  • Hilang indra pengecap (dysgeusia)
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Nyeri otot
  • Diare
  • Mual
  • Malaise (tidak enak badan)
  • Nyeri perut
  • Gangguan saraf
  • Kesulitan berpikir
  • Napas pendek
  • Gangguan irama jantung. (E-4)
 


Sumber Berita: Detik Health.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load